Berita

Razia Obat Keras/RMOL

Hukum

Razia Apotek Dan Warung, Polisi Sita Ribuan Butir Obat-Obatan Keras

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 | 03:29 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, untuk menyikapi maraknya peredaran obat-obatan keras berbahaya khususnya Paracetamol Cafein, dan Carisoprodol (PCC) pihaknya tengah melaksanakan operasi terhadap apotek, toko, warung, dan seluruh tempat-tempat yang menjual obat-obatan keras secara ilegal.

"Operasi yang bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban akibat penyalahgunaan obat-obatan secara ilegal di tengah masyarakat," ujar Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/9).

Menurutnya, dari hasil operasi yang sudah dilakukan sejak tanggal 13 hingga 18 September di wilayah hukum Polda Metro Jaya, berhasil disita sebanyak ribuan butir obat-obatan keras secara ilegal.


Diantaranya, PCC 5 butir, Tramadol 30.463 butir, Aprazolam 2.863 butir, Hexymer 46.380 butir, Sanax 42 butir, Dumolid 202 butir, Riklona Clonazepam 94 butir, dan Trinex Phenidyl 2.104 butir

Dijelaskan Kombes Argo, disamping menyita beberapa obat keras juga dilakukan penyitaan terhadap beberapa jenis obat yang sudah kadaluwarsa. Seperti Clobazam, Kemoren, Amoxilin, Pirocxicam, Cefadroxil, Faxiden, Glibenclamide, Ibuprofen, Amlodipine Besylate, Cetirizine HCI, Erphaflam, Eltazon Prednisone, Kaditic, Metamizole Sodium dan Gratheo.

"Ada enam orang tersangka yang juga telah kita amankan. Dengan insial RPA, FZ, JI, SY, JO, MC. Modusnya dijual bebas di Apotek dan Toko Obat tanpa ijin edar dan resep dokter," imbuhnya.

Para tersangka yang menjual obat-obatan keras tanpa ijin tersebut, akan dikenakan pasal 196 subsider pasal 198 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan pasal 62 UU RI No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.[san]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya