Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Tujuan Panglima Putar Ulang Film G30S/PKI

RABU, 20 SEPTEMBER 2017 | 07:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Terhitung sejak tahun 2008 hingga saat ini, pelajaran sejarah tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak diajarkan lagi di bangu sekolah.

Hal tersebut yang kemudian melatari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk memutar kembali film pengkhianatan PKI, G30S/PKI.

"Sejarah tentang PKI di Indonesia tidak diajarkan lagi, bukankah itu penyesatan, penghapusan, dan pembodohan tentang sejarah. Padahal sejarah sangat berguna bagi kehidupan manusia," ujar Gatot dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One, tadi malam (Selasa, 19/9)


Ia kemudian menukil pernyataan Presiden pertama RI Sukarno bahwa melalui sejarah, kita bisa menemukan hukum-hukum kehidupan manusia. Sehingga dengan menonton kembali film G30S/PKI bisa memberikan pemahaman kembali mengenai sejarah bangsa. Masyarakat bisa mengambil pelajaran dari peristiwa hitam PKI agar tragedi itu tidak terulang kembali.

"Mengajak generasi muda dengan jernih memahami masa lalu dan sejarah bangsanya. Ketika ada dari bangsa ini memikirkan ideologi lain selain Pancasila, yang terjadi adalah tragedi yang memilukan," pungkasnya.

"Tidak ada ideologi lain yang lebih tepat bagi negara yang majemuk ini, selain Pancasila. Bangsa ini pernah memiliki masa kelam dan jangan sampai itu terjadi lagi," tutup Gatot. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya