Berita

Hukum

Mau Laporkan Pengurus YLBHI, Kivlan Zein Ditolak Polisi

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 | 17:32 WIB | LAPORAN:

Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein berniat melaporkan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Bidang Advokasi, Muhammad Isnur.

Kivlan merasa difitnah Isnur dengan tuduhan dalang kerusuhan di Gedung YLBHI pada Minggu malam (17/9), di mana ratusan orang mengepung seminar pelurusan sejarah 1965.

"Dia (Isnur) memfitnah saya sebagai dalang atau operator penyerangan kantor YLBHI. Saya datang melapor karena saya bukan sebagai dalang," kata Kivlan, saat ditemui di Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/9).


Tetapi, beberapa menit setelah masuk ke ruangan penyidik, Kivlan beserta para kuasa hukumnya sudah keluar.

Kepada wartawan, Kivlan mengaku  bahwa penyidik Bareskrim menyebut laporannya kekurangan bukti.

"Laporan sama bukti-buktinya kurang," ungkapnya.

Padahal, Kivlan mengaku sudah membawa beberapa bukti seperti pemberitaan di media massa dan beberapa tautan di halaman Facebook miliknya.

"Barbuk public news. Bukti satu lagi ada kiriman di FB dan WA saya bahwa mereka ada rapat dan memakai lambang kacamata seperti Marxisme," akunya.

Kuasa Hukum Kivlan, Mohammad Yuntri, mengatakan bahwa laporan yang dilakukan oleh pihaknya merupakan laporan pendahuluan. Dia berjanji akan kembali ke Bareskrim dengan bukti-bukti lengkap seperti video dan press release.

"Laporan sudah, tapi perlu ada bukti yang perlu dilengkapi untuk membuat laporan resmi," jelasnya. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya