Berita

Net

Politik

Tragedi Rohingya Tak Pantas Dijadikan Komoditas Politik

MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017 | 10:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Tragedi Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan. Karena itu tidak boleh dan tidak pantas dijadikan komoditas politik dalam negeri.

Demikian disampaikan Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Yulistian Imam Taryudi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 17/9).

Pernyataan Yulistian Imam Taryudi untuk menjawab tuduhan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo menyebut bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) hanyalah bentuk pencitraan belaka.


"Penderitaan etnis ini tidak perlu ditunggangi untuk kepentingan politik dalam menghadapi tahun politik 2018 Dan pilpres 2019," jelas Yudi, demikian Yulistian disapa.

Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi sudah tepat. Ia pun mendorong agar pengiriman bantuan dari lembaga-lembaga lain hendaknya lebih tepat sasaran dan tepat guna.

"Bamusi sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan melihat bencana kemanusiaan seperti ini sudah harus dihentikan saat ini juga. Kami juga menilai, mengedepankan dialog tanpa pertikaian akan lebih memberikan solusi," demikian Yudi. [wah] 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya