Berita

Walikota Batu Di KPK/RMOL

Hukum

Tiba Di Gedung KPK, Walikota Batu Ngaku Tidak Bersalah

MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017 | 02:23 WIB | LAPORAN:

Tiga pihak yang terjaring operasi tangkap tangan di daerah Batu, Malang Jawa Timur tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu (17/9) dini hari.

Nampak dari salah satu dari pihak yang diamankan ada sosok Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. Mengenakan jaket berwarna Biru, poitisi PDI Perjuangan itu menginjakkan kaki di gedung lembaga anti rasuah pada pukul 01.14 WIB. Sementara dua orang lainnya diduga dari pihak swasta dan pejabat unit pengadaan di pemerintah kota Batu.

Sebelum masuk untuk diperiksa, Eddy mengaku tidak mengetahui alasan KPK mencokoknya. Sebab, saat operasi tangkap tangan dirinya tidak menerima suap seperti yang dituduhkan KPK.


"Saat itu, saya sedang mandi, lalu ada yang diketuk, ada orang masuk aparat KPK," ujar Eddy di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Eddy juga tidak mengetahui pihak yang memberikannya suap, yang jelas, sambung Eddy dirinya tidak bisa memastikan apakah OTT tersebut merupakan perangkap yang dipasang KPK untuk menangkapnya.

"Saya dijebak atau tidak, saya nggak tahu, saya enggak merasa bersalah," ujar Eddy.

Sebelumnya, tim satgas KPK mengamankan  lima orang dari OTT KPK di daerah Batu, Malang, Sabtu (16/9) siang.

Tiga dari pihak yang diamankan itu diduga melakukan transaksi suap terkait proyek yang ada di pemerintah kota Batu. Diduga proyek tersebut terkait belanja modal peralatan dan mesin pengadaan meubelair (Meja kerja staf dan meja kerja eselon) dengan nilai pagu paket Rp5,440 miliar. Proyek tersebut telah selesai dalam tahap lelang.

Sebelum diterbangkan ke gedung KPK, lima pihak yang diamankan diperiksa di Polda Jawa Timur.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan dalam OTT kali ini tim satgas KPK juga mengamankan uang ratusan juta yang diduga dari pemberian fee proyek di daerah setempat. KPK bakal membeberkan hasil OTT ini pada Minggu (17/9) siang.[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya