Berita

Budi Arie/Net

Politik

Ketum Projo: Tragedi Rohingya Jangan Dijadikan Bahan Bakar Politik

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 | 15:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Krisis dan tragedi Rohingya sudah ditangani dan diperhatikan secara maksimal oleh pemerintahan Jokowi. Berbagai upaya diplomatik dan bantuan kemanusian sudah dijalankan oleh Pemerintahan Jokowi.

"Pemerintahan Jokowi sudah pro aktif dan bertindak nyata dalam krisis kemanusiaan di Rohingya. Kami mengapresiasi apa yg sudah dilakukan oleh Kementrian Luar Negeri yang sudah melakukan berbagai pendekatan diplomatik untuk mengatasi tragedi kemanusiaan itu," kata Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 16/9).

Mengenai demo yang dilakukan beberapa  pihak atas tragedi Rohingya, menurut Budi adalah hal yang wajar. Demonstrasi merupakan hal yang biasa dalam demokrasi.


"Lagi pula pemerintahan Jokowi sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tragedi di Rohingya. Bantuan Kemanusiaan pun sudah di kirimkan untuk meringankan beban untuk Korban Rohingnya. Jadi apa lagi masalahnya?" ungkap Budi.

Konstitusi dasar negara Indonesia, jelas Budi, sangat jelas menggariskan bahwa bangsa ini  ikut aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia.  Prinsip dasar bangsa ini juga sudah jelas soal Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dan pemerintah sudah mengeksekusi dengan baik misi itu.

"Tentu saja kami menentang keras segala hal yang menghancurkan prinsip-prinsip kemanusiaan.  Mari sama-sama kita dukung langkah- langkah dan upaya pemerintah dalam mengatasi tragedi Rohingnya. Krisis dan tragedi Rohingnya jangan dijadikan bahan bakar politik untuk kepentingan sesaat dan jangka pendek. Duka Rohingnya adalah duka kita semua," demikian Budi. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya