Berita

Politik

Sekjen PDIP Traktir Ratusan Kader Makan Nasi Jamblang

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 | 08:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto punya cara unik dalam memotivasi dan membangun kebersamaan para kader. Salah satunya dengan cara makan bareng tengah malam seusai rapat konsolidasi dengan ratusan kader di Kota Cirebon.

Hasto mengajak seluruh kader yang ikut dalam rapat konsolidasi itu untuk makan Nasi Jamblang Khas Cirebon. Di kedai Ibu Fitri yang buka di pinggir Jalan Gunung Sahari, Hasto yang didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar TB Hasanuddin serta jajaran DPD dan PDI Perjuangan Jawa Barat dan DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon begitu asik menyantap nasi jamblang dengan lauk oseng cumi dan tempe goreng serta sate kerang.

Ratusan kader yang turut serta terlihat antusias dan begitu menikmati makan bersama yang jarang terjadi itu.


"Ini jarang kita begini, makan bersama, makanan khas daerah. Inilah salah satu kekayaan kita, dimana kulinernya sangat luar biasa, seperti nasi jamblang ini," kata Hasto.

Bagi Hasto, makan bareng kader memang menjadi kebanggaan tersendiri disela kegiatan padat konsolidasi partai.

"Sebagai tradisi gerakan ke bawah, bahwa kita satu keluarga,

PDI Perjuangan, kata Hasto, adalah partai rakyat, sehingga ketika mengacu demografi Indonesia juga tercermin dari demografi PDI Perjuangan, dari sisi tingkat pendidikan maupun kelas sosialnya. Di situ juga semangat gotong royong menjadi tradisi di PDI Perjuangam.

"Kita membangun suasana keakraban, di tengah rakyat, sehingga diantara pengurus partai tidak membedakan jabatannya, struktur dari nasional hingga ranting, yang membedakan tanggungjawabnya saja. Bobot politiknya sama, yaitu berjuang menampilkan wajah partai di tengah rakyat," terang Hasto.

Sementara itu, dalam pengarahannya di acara konsolidasi di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Hasto mengingatkan bahwa dalam kultur partai ditekankan untuk selalu bergerak ke bawah. Dengan kultur itu, maka dalam acara partai, yang bahkan dihadiri Presiden, ditradisikan yang membacakan dedication of life adalah ketua ranting.

"Pesan politiknya sangat jelas. Siapapun tidak akan menjadi peminpin tanpa bergerak ke bawah. Seluruh kader punya tanggung jawab berada di tengah rakyat dan menjadikan blusukan sebagaimana dilakukan Presiden Jokowi sebagai kultur kepemimpinan Partai," tegas Hasto.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat TB Hasanuddin mengatakan, konsolidasi ini adalah bagian dari persiapan untuk pemenangan partai di Pilkada Serentak 2018. Dalam hal Pilkada Serentak 2018 di Jabar, Hasanuddin mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan dan juga sudah menjaring sejumlah nama untuk diserahkan ke DPP PDI Perjuangan.

"Partai kami strukturnya jelas, siapapun yang diputuskan partai, struktur partai pasti tegak lurus menjalankan itu secara maksimal. Begitu diputuskan DPP, kita laksanakan untuk pemenangannya. Itu jelas sikap kami," kata TB Hasanuddin sembari menyampaikan target memenangi pilkada di 12 kabupaten/kota di Jabar dalam Pilkada Serentak 2018 nanti. [ysa]

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

In Memorian Try Sutrisno: Pemikiran dan Dedikasi

Senin, 02 Maret 2026 | 18:14

Cek Jadwal One Way, Ganjil-Genap, dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 18:12

Lebaran di Ambang Kelangkaan BBM

Senin, 02 Maret 2026 | 18:04

Konflik Iran-Israel Bisa Bikin Harga BBM Naik

Senin, 02 Maret 2026 | 18:00

Benahi Tol Sumatera Jelang Mudik 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 17:46

Budi Karya Sumadi Tiga Kali Mangkir Dipanggil KPK

Senin, 02 Maret 2026 | 17:28

Ayatollah Alireza Arafi dan Masa Depan Republik Islam Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 17:13

Waka MPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Gejolak Selat Hormuz pada APBN

Senin, 02 Maret 2026 | 17:08

Adkasi Minta Evaluasi Kebijakan Transfer Keuangan Daerah

Senin, 02 Maret 2026 | 17:08

5 Destinasi Terbaik untuk Merayakan Cap Go Meh 2026 di Indonesia

Senin, 02 Maret 2026 | 16:59

Selengkapnya