Berita

Politik

Indonesia Siap Memukau Dunia Dalam Festival Seni Europalia

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 16:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Sebagai guest country atau negara tamu dalam Europalia Arts Festival, Indonesia semakin mematangkan persiapan. Sebab festival akbar yang berlangsung pada 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018 ini adalah kesempatan emas dalam memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia di dunia internasional.

"Dalam festival ini kita akan mengangkat tema Heritage, Contemporary, Creation, and Exchange," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, usai memimpin rapat persiapan penyelenggaraan Europalia Arts Festival atau Festival Seni Europalia tahun 2017-2018, di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jalan Merdeka Bara, Jakarta (Kamis, 14/9).

Hadir dalam rakor ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, serta pejabat dari Kementerian Pariwisata.


Perhelatan Europalia Arts Festival 2017 sendiri berlangsung di tujuh negara Eropa, yakni Inggris, Belanda, Belgia, Jerman, Polandia, Prancis dan Austria. Masyarakat di tujuh negara inilah yang akan mendapat suguhan keindahan ragam seni dan budaya Indonesia. Puan menjelaskan, pembukaan acara akan berlangsung di Brussel Belgia, dan akan dibuka oleh Raja Belgia dan juga Wapres Jusuf Kalla.

"Jadi dalam festival ini kita akan tampilkan 316 peserta seni selama 104 hari meliputi tujuh negara tadi," jelas Puan.

Puan juga mengatakan bahwa Indonesia bersedia menjadi tamu kehormatan karena Indonesia berharap dengan ini nantinya bisa mengangkat seni budaya serta semua yang kaitannya dengan pariwisata.

"Maka dari itu juga dalam kegiatan ini Kementerian Pariwisata akan promosikan 10 destinasi wisata Indonesia," jelasnya.

Dikatakan Puan, sejauh ini persiapan Indonesia yang dikoordinasikan oleh Mendikbud sudah mencapai 80 sampai 90 persen. Posko festival sendiri sudah disiapkan di Brussel dan dengan koordinasikan oleh Menlu Indonesia dan Menlu Belgia.

Puan menjelaskan, Europalia Arts Festival akan memberi pengalaman berharga bagi para pelaku seni dan budaya untuk dapat ditularkan kepada stakeholders lainnya. Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang menjadi Guest Country dalam Festival Seni Europalia. Sedangkan untuk kawasan Asia, Indonesia menjadi negara keempat yang menjadi Guest Country setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), India, dan Jepang.

Dalam festival ini, Indonesia telah menyiapkan 316 seniman untuk menyugukan atraksi ke berbagai kota di negara tersebut. Mereka akan tampil dalam 228 agenda kegiatan budaya. Yakni 69 pertunjukan tari dan teater, 71 pertunjukan musik, 36 karya sastra, 38 karya film dan 14 pameran. Selain itu juga terdapat program arsitektur bertajuk “Specific-Generic-Tribe” dengan tema Heritage, Contemporary, Creation dan Exchange.

Puan mengatakan, ragam seni budaya yang ditampilkan nanti telah melalui hasil kurasi karya seni oleh kurator Europalia Indonesia dan Europalia internasional. Berbagai disiplin artis akan ditampilkan melalui dasar empat pilar.

Yaitu heritage, menampilkan warisan budaya Indonesia. Kedua contemporary, yaitu pertunjukan seni kontemporer Indonesia. Ketiga creation, menampilkan hasil kreasi baru karya para seniman Indonesia. Keempat exchange, yakni kolaborasi seni yang dihasilkan secara persamaan oleh seniman Indonesia dan Eropa.

Europalia Arts Festival berlangsung sejak tahun 1969. Festival dua tahunan ini merupakan salah satu festival seni dan kebudayaan terbesar di dunia sehingga menjadi peluang sekaligus tantangan untuk menunjukkan bahwa Indonesia sangat kaya akan karya-karya seni dan budaya, khususnya pada masyarkat Eropa. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya