Berita

Foto: RMOL

Kesehatan

Kemenkes Tak Tegas, Segera Cabut Izin RS Mitra Keluarga!

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 15:50 WIB | LAPORAN:

Komunitas Cinta Bangsa menggelar aksi demonstrasi di depan pintu masuk Kementerian Kesehatan, Kamis (14/9).

Aksi yang diikuti oleh belasan massa itu menuntut Kemenkes untuk bergerak cepat menangani kasus kematian bayi Tiara Debora Simanjorang di RS Mitra Keluarga Kalideres, baru-baru ini.

Debora diduga meninggal lantaran lambannya penanganan yang dilakukan pihak RS, karena lebih mementingkan uang administrasi dari pada nyawa manusia.


Salah seorang kordinator aksi, Imamku Rohmatullah, dalam orasinya meminta Kemenkes segera menyelesaikan hasil kajian tim gabungan audit medic.

"Jangan terlalu mengulur waktu, masyakat butuh kepastian dan ketegasan dari kemenkes, kalau sudah terjadi pelabrakan UU maka cabut izin harus dilaksanakan," serunya di lokasi.

Imam tak ingin ada korban lain seperti Debora. Dia mewanti-wanti, jangan sampai warga miskin jadi korban dari sistem dan kebijakan yang terlihat tidak tegas terhadap pihak RS yang melanggar aturan.

Aksi tersebut di jaga ketat oleh sejumlah aparat kepolisian yang nongkrong di depan pintu masuk.

Demonstrasi tersebut juga diwarnai dengan aksi teaterikal seorang ibu yang menangis menggendong bayinya.

"Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang terhadap Kemenkes, karena ketidaktegasan memberikan sanksi terhadap RS Mitra Keluarga yang telah membiarkan pasien kritis sampai meninggal dunia," kata ibu itu. [sam]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya