Berita

Net

Politik

Anak Indonesia Butuh Pancasila Yang Implementatif

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 | 21:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anak-anak Indonesia membutuhkan Pancasila yang implementatif yang dapat dirasakan dalam kehidupan keseharian mereka. Hanya dengan cara demikian nilai-nilai luhur Pancasila dapat ditanamkan, mengingat anak-anak merupakan tabula rasa yang dapat diisi dengan apa saja.

Jika sejak dini ditanamkan Pancasila membangun persahabatan dengan semua orang tanpa diskriminasi, tanpa membeda-bedakan suku, agama, rasa atau strata sosial, mereka akan menjadi generasi yang pluralis yang menghargai kesetaraan, kemajemukan dan juga kebersamaan.

Demikian diungkapkan Sestama Lemhannas RI Komjen Arif Wachjunadi yang sekaligus ketua Senat Peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI-TA 2017 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dalam kunjungan media terkait sosialisasi seminar nasional dengan tema 'Peran Pancasila Dalam Memperkokoh NKRI', Rabu (13/9).  


Adapun judul seminar yang dipilih adalah 'Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional.'

Peserta PPSA XXI yang turut dalam sosialisasi seminar nasional adalah Mayjen TNI Madsuni (Danjen Kopassus), Marsda Imran Baidirus (Pangkoopsau I), Brigjen TNI (Mar) Lukman (Dankomar Pasmar I Surabaya), Prof DR Gumilar R Somantri, Taufik Dwicahyono MSc,  Brigjen TNI A. Daniel Chardin (Kasdam Iskandar Muda, Aceh), Laksma TNI Edi Sucipto (Danlantamal V Surabaya), Laksma TNI Muhammad Ali (Waasrena KASAL), Prof DR Lydia Freyani Hawadi, AM Putut Prabantoro dan Brigjen TNI Achmad Marzuki (Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian TNI-PMPP).

Menurut Arif Wachjunadi, anak-anak membutuhkan bentuk nyata dari implementasi pengamalan Pancasila. Oleh karena itu, seminar nasional pada 16 November 2017 itu diharapkan dapat menghasilkan berbagai bentuk implementasi sebagai sarana penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Lagu seperti "Oh ibu dan ayah selamat pagi (Pergi Belajar)" salah satu contoh penanaman nilai penghormatan kepada orang tua. Atau juga diajarkannya kembali lagu-lagu daerah seluruh Indonesia atau bahkan diciptakan kembali lagu-lagu yang menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan tanpa diskriminasi atau pengajaran solidaritas tanpa perbedaan.

"Kita semua tanpa terkecuali harus terlibat dalam membangun generasi baru Indonesia yang berjiwa Pancasila. Cara yang lain antara lain adalah pemilihan ketua kelas dengan cara musyarawah, jambore nasional anak-anak dari berbagai daerah atau gerakan anti-korupsi dengan berdisplin waktu. Karya dan pengalaman nyata anak-anak tentang nilai-nilai Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika serta UUD NRI 1945 akan membekas dalam pertumbuhan hidup mereka," beber Sestama Lemhannas itu.

Namun demikian, Arif menegaskan bahwa para pendidik juga harus berjiwa Pancasilais dulu sebelum mendidik anak-anak. Dikhawatirkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila untuk anak-anak tidak memenuhi harapan karena para pendidiknya tidak memberi contoh jiwa Pancasilais.

Seminar nasional ini merupakan sumbangsih dari peserta PPSA XXI Lemhannas yang ikut bertanggung jawab terhadap generasi Indonesia di masa mendatang terkait dengan arus nilai-nilai ideologi lain akibat dari globalisasi, yang tantangannya lebih besar dan berat. Berharap bahwa seminar nasional akan dihadiri para tokoh nasional, pendidik, media-media ataupun lembaga perguruan tinggi. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya