Berita

Politik

Menteri Puan: Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya Bagian Dari Diplomasi Indonesia

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 | 12:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dipastikan bantuan pemerintah Indonesia untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh telah terkumpul dan hari ini disalurkan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat mendampingi Presiden Joko Widodo melepas Bantuan Pemerintah Republik Indonesia untuk pengungsi Rohingya di Base Ops Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta (Rabu, 13/9)

"Kemenko PMK telah mengkoordinasikan Kementerian dan Lembaga di jajarannya untuk bergotong royong menyiapkan bantuan," kata Puan.


Selain Menko PMK, tampak mendampingi Presiden adalah Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BNPB Willem Rampangilei.
 
Adapun hasil gotong royong untuk penyiapan bantuan adalah Kementerian Kesehatan menyumbang obat-obatan 1 ton, makanan pendamping ASI 4 Ton dan makanan tambahan ibu hamil 4 ton. Sementara BNPB yang juga di bawah koordinasi Kemenko PMK, mengirim bantuan tenda, makanan siap saji, pakaian, selimut.

Di luar itu, Bulog dan Asosiasi Pemerintah Provinsi, masing-masing membantu 10 ton beras. Sementara, TNI mengkontribusikan Herculesnya sebagai alat transpor.
 
"Pengiriman bantuan tersebut adalah bagian dari diplomasi Pemerintah Indonesia dalam ikut serta mendorong penyelesaian krisis Rohingya di Myanmar," ucap Puan.
 
Untuk tahap pertama, bantuan yang diangkut 4 pesawat Hercules TNI AU itu jumlahnya sebanyak 34 ton. Bantuan tersebut akan sampai di bandara terdekat dengan pengungsian. Pemerintah sendiri akan mengirimkan beberapa tahap bantuan untuk pengungsi Rohingya. Jika minggu ini merupakan tahap pertama, maka di minggu mendatang akan dilakukan tahap kedua. Bantuan yang diberikan pemerintah Indonesia ini total mencapai 90 ton. Bantuan tersebut dihimpun dari K/ L, LSM, Ormas, dan swasta.
 
"Indonesia berharap bantuan ini dapat membantu mengurangi beban hidup pengungsi Rohingya. Seiring dengan itu Indonesia mendorong adanya penyelesaian damai, adil dan permanen terhadap penyelesaian krisis Rohingya di Myanmar," demikian Puan. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya