Berita

Politik

Rieke Dan Tokoh Agama Nyatakan Sikap Untuk Rohingya

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 19:24 WIB | LAPORAN:

. Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, bersama tokoh lintas agama dan organisasi kepemudaan, mengeluarkan pernyataan sikap atas persekusi yang dilakukan militer dan warga Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Pernyataan sikap ditelurkan lewat aksi solidaritas di Gedung Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (12/9).

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, tragedi Rohingya adalah kejahatan kemanusian. Apapun alasannya, pembantaian sistematis yang terjadi di negara bagian Rakhine tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun.


"Kami meyakini tidak ada satu ajaranpun yang membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun," kata Rieke.

Aksi solidaritas untuk Rohingya juga ditandai dengan pembubuhan tanda tangan tokoh lintas agama dan perwakilan organisasi kepemudaan.

"Ini wujud solidaritas kami. Ke depan kami juga akan melakukan aksi konkret berupa mengumpulkan dana untuk warga Rohingya," imbuhnya.

Berikut pernyataan sikap aksi solidaritas untuk Rohingya yang dipublikasikan tadi.

Kami Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar segera menghentikan kekerasan terhadap warga Rohingya;

Kami Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar segera mengembalikan keamanan dan perlindungan terhadap semua orang di Rakhine;

Kami Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk segera membuka akses bantuan kemanusiaan untuk Rohingya;

Kami Putra dan Putri indonesia mendesak PBB segera mengambil langkah konkrit;

Kami Putra dan Putri Indonesia mengajak seluruh pemuda dunia khususnya ASEAN untuk menyuarakan solidaritas dan kedamaian bagi Rohingya.
[ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya