Berita

Politik

Ditjen Polpum Revisi Permendagri Tentang Tenaga Kerja Asing

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 16:40 WIB | LAPORAN:

Pelaksana Tugas Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Heru Matador menggelar rapat Revisi Permendagri 49/2010 tentang Pemantauan Orang Asing dan Ormas Asing, dan Permendagri 50/2010 tentang Pemantauan Tenaga Kerja Asing di Daerah.

Rapat diselenggarakan Direktorat Kewaspadaan Nasional di Situation Room, Gedung F, Kemendagri. Dalam kesempatan tersebut, Direktorat Kewaspadaan Nasional mengundang peserta rapat antara lain dari unsur internal dan stakeholder terkait.

Menurut Heru, revisi perundangan bertujuan untuk mensosialisasikan dan menyamakan persepsi pemahaman tentang Revisi Permendagri 49/2010 tentang Pemantauan Orang Asing dan Ormas Asing, dan Permendagri 50/2010 tentang Pemantauan Tenaga Kerja Asing di Daerah.


Revisi permendagri, kata Heru, harus mencakup semua isi dan permasalahan orang asing, lembaga asing, dan tenaga kerja asing serta wacana pengungsi sehingga dalam aturan yang baru dapat menghindari celah regulasi.

"Perlu mengamanatkan pembentukan tim koordinasi atau tim terpadu lintas instansi terkait di daerah guna melakukan pemantauan orang asing, lembaga asing, dan tenaga kerja asing (TKA) pada tataran operasional," jelasnya, Selasa (12/9).

Kepala Subdit Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Masykur menambahkan, rapat revisi permendagri merupakan proses penting secara internal. Guna mendapatkan masukan dan saran yang konstruktif dalam mengakomodir permasalahan serta aturan yang sudah ada.

"Sehingga regulasi yang sudah direvisi dapat menjawab permasalahan dan berjalan efektif serta implementatif," imbuhnya. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya