Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Pilpres Masih Lama, Prabowo Subianto Sudah Mulai Diserang

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 07:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto sudah mulai diserang terkait tudingan dan fitnah melakukan pembakaran sejumlah sekolah di Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu.

"Serangan terhadap Prabowo jelas motifnya adalah serangan politik memasuki agenda tahun politik. Dan tentunya hal tersebut adalah bentuk dari kepanikan lawan politik karena hingga saat ini calon terkuat untuk bersaing dengan Jokowi di Pilpres 2019 adalah Prabowo," kata pengamat politik Panji Nugraha, Selasa (12/9).

Baca: Tuding Prabowo Terlibat Pembakaran Sekolah, Gerindra Polisikan Media Online


Jelas Panji, tahun 2017 sudah masuk agenda tahun politik dan tentu serangan isu politik mulai dari negative campaign hingga black campaign akan mewarnai perpolitikan nasional.

Ia menilai, serangan dan fitnah terhadap Prabowo tidak tepat sasaran dan tidak dapat pula mempengaruhi dukungan publik kepada mantan Danjen Kopassus itu.

Pasalnya, selama gonjang-ganjing stabilitas politik di era Jokowi, sikap kenegarawanan Prabowo sudah teruji dengan meredam dan menebar kesejukan dalam setiap kebijakan politik yang diambil secara kepartaian.

Di sisi lain, lanjut Taufik, serangan terhadap Prabowo bukan hanya sebagai bentuk kepanikan dari lawan politik semata, akan tetapi serangan isu pembakaran sekolah tersebut justru akan menaikkan pamor Prabowo di berbagai survei elektabilitas bursa Pilpres mendatang.

"Dan bukan tidak mungkin serangan politik terus-menerus terhadap Prabowo menunjukkan jika calon terkuat di Pilpres sudah mengerucut kepada dua orang tokoh yaitu antara Prabowo dan Jokowi," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya