Berita

Politik

Ritual Setiap September

SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 | 05:02 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

JELANG G30S-PKI, di bulan September, setiap tahunnya, ada semacam ritual. Rutin. Mereka bikin seminar. Teatrikal. Orasi. Sok "ungkap kebenaran". Salahkan Pa Harto, TNI, terutama Angkatan Darat.

Mereka bilang PKI ngga salah. Pa Harto dalang G30S. Serem. Mereka bikin stigma: Sejarah dibikin Jenderal yang menang. Narasi baru hendak diciptakan. Sejarah versi mereka. Pa Harto dan TNI divonis salah.

Dari sekian banyak rasionalisasi, andai-andai, pelintiran, bahkan fitnah terhadap Jenderal Suharto dan ABRI, ada banyak loophole kecil dan kebocoran dari klaim PKI innocent.


Misalnya, mengapa pasca pasukannya ditekuk Jenderal Suharto di Lubang Buaya, DN Aidit kabur ke Jawa Tengah.

Bukannya jelas, Pasukan Pasopati, Bima Sakti, Gatot Kaca adalah penculik dan pembunuh 6 jenderal. Mereka bukan pasukannya Pa Harto. Tapi satuan dari Batalyon Cakrabirawa pimpinan Letkol Untung. Menurut Pa Harto, Letkol Untung sudah dikader Alimin (Tokoh PKI) sejak 1945.

Demi membunuh karakter, mereka tuding Pa Harto ambisius, kudeta merangkak, melawan Presiden Sukarno dan sebagainya. Macem-macem, intinya Pa Harto jahat.

Faktanya Pa Harto rendah hati. Selalu ngaku anak petani. Ngga ambisi jadi presiden. Buktinya dia hanya mau terima posisi "Pejabat Presiden". Baru ditetapkan sebagai presiden setelah melalui proses berbelit dan MPRS bulat. Sebabnya, karena Pa Harto menolak. Merasa ngga mempersiapkan diri sebagai presiden.

Ngga masuk logika dan akal saya, bila Pa Harto dikatakan melakukan crawling coup d'etat.

Lah wong, yang melakukan kudeta itu Letkol Untung kok. Dari pukul 7 pagi, tanggal 1 Oktober 65, Letkol Untung sudah menyiarkan adanya Gerakan 30 September via RRI. Jam 1 siangnya, dia mengeluarkan dekrit Dewan Revolusi dan menyatakan Kabinet Dwikora demisioner. Dia juga melikuidasi pangkat militer di atas Letnan Kolonel.

Kudeta komunis ini ditumpas Pa Harto. Patah. Buyar. Bonyok. DN Aidit dieksekusi di Sumur Tua. NKRI tidak jadi negara komunis. Tapi kok 50 tahun kemudian, Pa Harto dan TNI dituding sebagai pihak yang jahat. [***]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya