Berita

KPU/Net

Politik

KPU: Kendala NPHD Ada Di Pemda

SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 | 18:09 WIB | LAPORAN:

Pemerintah daerah (Pemda) dituding jadi salah satu faktor penghambat penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Begitu simpulan Komisioner Komisi Pemiluhan Umum (KPU) Viryan Azis atas berbagai alasan dari KPU daerah terkait kendala tersebut.

"Kendala dengan pemdanya. Daerah Sulawesi Utara (Sulut) misalnya, di Kabupaten Talaud, kepala daerahnya ingin NPHD itu ditandatangani setelah ada sekretaris kabupaten definitif. Saat ini masih pergantian," ungkap Viryan di kantornya, Senin (11/9).


Viryan juga mencontohkan kendala di daerah Tarakan, Kalimantan Timur. Di wilayah tersebut bahkan terdapat perbedaan persepsi terkait NPHD.

"Di Tarakan, ada perbedaan antara pemda dengan KPU terhadap kebutuhan anggaran," tuturnya.

Meski demikian, Viryan mengimbau kepada sejumlah daerah agar segera menandatangani NPHD. Pasalnya, NPHD berpengaruh terhadap anggaran kegiatan yang dilakukan daerah penyelenggara Pilkada Serentak 2018 mendatang.

Ada 171 peserta Pilkada Serentak 2018, tanggal 27 Juni 2018. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya, belum menandatangani NPHD.

Rinciannya, 13 daerah tersebut tersebar di empat provinsi. Antara lain, tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), satu kabupaten di Sulawesi Utara (Sulut), satu kota di Kalimatan Utara, serta sisanya di Papua.

KPU RI menetapkan tanggal 27 September 2017 sebagai batas akhir penyerahan NPHD yang telah ditandatangani.  [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya