Berita

Alfian Tandjung/Net

Politik

Alfian Sudah Ditangkap, Bagaimana Dengan Victor Laiskodat?

SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 | 10:16 WIB | LAPORAN:

Setelah dibebaskan oleh Pengadilan Negeri Surabaya, ustadz Alfian Tandjung kembali ditangkap oleh Polda Jawa Timur dengan tuduhan yang sama 'ujaran kebencian'. Alfian hingga kini masih ditahan di rutan Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Tindakan aparat antek rezim ini memperlakukan para pejuang demokrasi sangat berlebihan. Kritik dalam kehidupan bernegara demokrasi hal yang lumrah saja," ujar pengamat politik hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (11/9).

Jika dinilai dengan alasan sebagai negara hukum dan bagi setiap pihak melakukan kritik, termasuk mengingatkan bahaya laten komunis dianggap melanggar hukum, menurut Martimus, negara harur memberikan perlakuan adil dan sama terhadap mereka yang berbuat serupa.


"Bagaimana dengan pidato provokatif Victor Laiskodat menyebut empat partai Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS sebagai pendukung khilafah. Belum lagi pernyataan-pernyataan rasis warga keturunan telah dilaporkan kepolisian. Bahkan sohibnya Ahok dan adik iparnya terlibat korupsi dan suap pajak. Kenapa didiamkan dan tidak pernah diambil tindakan  hukum?" tanya Martimus.

Martimus mengingatkan, sebagai negara hukum seharusnya penguasa harus menghormati prinsip persamaan hak bagi setiap warga negara di hadapan hukum. "Terkecuali hukum hanya dipakai sebagai alat kekuasaan belaka."

Karena, lanjut Martimus, bisa jadi pernyataan Alfian terkait Jokowi PKI memiliki dasar. Jika tidak benar, sebetulnya Jokowi dapat membantah tegas hal itu dengan hasil tes DNA.

"Untuk membuat publik yakin Jokowi adalah pancasilais sejati. Bukan keturunan PKI seperti rumor beredar. PDIP pun dapat menerbitkan buku bantahan ilmiah partainya bersih dari unsur infiltran komunis," tegasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya