Berita

Eddy Kusuma Wijaya/Net

Politik

PDIP: Perintah SBY Bantu Jokowi Tanda Persahabatan

SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 | 09:47 WIB | LAPORAN:

. Perintah Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta kadernya mendukung pemerintahan Joko Widodo adalah suatu hal baik dalam politik.

"Bagus saja, sebagai bentuk persaudaraan dan persabatan dalam bepolitik," ujar Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Eddy Kusuma Wijaya kepada redaksi, Senin (11/09).

Eddy menyebutkan bahwa politik memang menciptakan perbedaan dalam cara pandang dan tujuan yang akan dicapai oleh masing-masing kelompok. Namun, perbedaan yang ada haruslah tetap menjaga keutuhan bangsa dan membangun NKRI.


"Dalam berpolitik walaupun partai kita beda tapi tujuan tetap sama, yaitu untuk kesejahteraan rakyat dan bangsa. Kita memang harus bersatu untuk NKRI," jelasnya.

Namun begitu, Eddy menyangkal bahwa bentuk dukungan yang diberikan Demokrat kepada pemerintahan Jokowi yang diusung PDIP merupakan hasil pertemuan SBY dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat uapacara kemerdekaan di Istana Negara ebebrapa waktu lalu.

"Nggak, itu (di Istana) biasa saja bersilaturahim sesama umat manusia" tukasnya.

Ketua Umum Partai Demokrat SBY memberikan pidato dalam acara syukuran HUT Partai Demokrat ke-16, di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/9). SBY menyebutkan ada lima persoalan yang terjadi di Indonesia saat ini. Yaitu: ciptakan lapangan kerja untuk rakyat; tingkatkan daya beli rakyat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya; teruskan gerakan pemberantasan korupsi dan dukung penuh KPK; pastikan kesejahteraan rakyat makin merata; dan tegakkan hukum secara adil dan tidak tebang pilih.

SBY yang juga Presiden keenam RI itu memerintah kepada seluruh kader dan struktur Partai Demokrat ikut berkontribusi mendukung pemerintah Jokowi untuk menyelesaikan kelima persoalan tersebut. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya