Berita

Didi Irawadi/Net

Politik

Usulan Pembekuan KPK Tidak Masuk Akal

SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 | 01:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Usulan pembekuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terlontar dari Anggota Pansus KPK dari PDIP Henry Yosodiningrat tidak masuk akal.

Begitu tegas Wakil Sekjend Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/9).

Menurutnya, jika ada oknum di dalam KPK yang bermasalah sekalipun, tidak patut dan tidak masuk akal jika kemudian institusi yang harus dibekukan.


Kata dia, indentifikasi masalah perlu dilakukan. Oknum-oknum yang diduga bermasalah harus diperiksa dan diberi sanksi manakala ada yang terbukti tidak amanah dan menyalahgunakan jabatan dalam menjalankan tugasnya.

Namun demikian, sanksi bukan diberikan kepada institusi, tapi sebatas oknum yang bermasalah.

"Sehingga sangat tidak relevan dan sangat tidak masuk akal manakala ada usulan keras dan desakan kuat bahwa institusi KPK yang harus dibubarkan. Tidak masuk akal!" kesalnya.

Didi semakin kesal dengan usulan ini lantaran hal tersebut terlontar dari anggota partai pengusung utama Presiden Joko Widodo. Sementara Jokowi dalam janji kampanye saat pilpres lalu secara tegas akan melakukan penguatan KPK.

"Ini sungguh ironis, padahal penguatan lembaga KPK justru menjadi salah satu dari janji Presiden Jokowi yang tercantum dalam Nawacita," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya