Berita

Repro

Politik

Ada Usul, Film G30S/PKI Diputar Lagi

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 | 12:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wardumay sedang membicarakan perlu tidaknya film mengenai penculikan enam jenderal dan seorang perwira muda TNI Angkatan Darat pada dinihari 1 Oktber 1965 diputar kembali dan ditayangkan secara nasional.

Film berjudul Penghianatan G30S/PKI yang diproduksi Pusat Produksi Film Nasional (PPFN) tahun 1984 itu sangat populer di era Orde Baru. Film itu diputar di stasiun televisi nasional setiap tahun menjelang tanggal 30 September, hingga pemerintahan Soeharto bubar di tahun 1998.

Adalah pemilik akun Twitter @hafidz_ary yang memulai wacana ini, dalam twitnya kemarin (Sabtu, 9/9).


“Film G30SPKI perlu diputer lagi nih, biar rakyat Indonesia waspada kebangkitan PKI,” tulisnya.

Sampai berita ini diturunkan, pernyataan itu sudah diretwit lebih dari 750 kai, disukai 596 kali dan diberi komentar hampir 50 kali.

Pemilik akun @terataisore yang mengomentari wit itu mengatakan, “Lucunya bnyak yang tidak setuju bahkan nyinyir dengan film G30S. Mereka itu kebanyakan koar-koar klaim Saya Pancasila, tapi nyatanya…”

Pemilik akun @Abi_Londo mengatakan, film itu hanya bisa dinikmati lewat sosmed karena media mainstream tidak akan mau memutarnya.

Pemilik akun @RudiRukmana dalam komentarnya mengajak pengelola akun institusi militer dan polisi seperti @TNIAU @tni_ad @_TNIAL_ @TMCPoldaMetro @DivHumasPolri @CCICPolri menyebarkan pesan itu menjelang tanggal 30 September.

“Mari viralkan kekejaman komunisme PKI,” katanya.

Ada juga wardumay yang tidak tertarik dengan isu ini.

“Film yang diproduseri Soeharto. Lol,” tulis @RAggwidyani.

“Yang perlu itu menyibak tabir sejarah sebenarnya,” tulis @EduardEleven pula.

Dari penelusuran redaksi, sebelum @hafidz_ary, pemilik akun @mkhumain sudah lebih dahulu menyampaikan permintaan itu.

Dalam twit tanggal 7 September 2017, dia menulis, "Setujukah Anda jika film Pengkhianatan G30S PKI diputar lagi, agar generasi muda mengetahui sejarah bangsa? Jika setuju RT, tidak setuju like," tulisnya.

Twit itu sudah diretwit lebih dari 6.000 kali, disukai 2.000 pengguna Twitter dan dikomentari lebih dari 400 kali. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya