Berita

SBY/net

Politik

SBY: Yang Kaya Semakin Kaya, Yang Miskin Semakin Miskin

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 | 05:02 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan lima hal pokok kepada seluruh kader partainya dan lima masalah pokok yang perlu diselesaikan dan diperhatikan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan SBY saat memberikan pidato dalam perayaan hari jadi partai ke-16 dan acara syukuran hari ulang tahunnya yang ke-68 di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (9/9).

SBY berpesan agar kader para Demokrat di legislatif dan eksekutif terus aktif mendukung, namun tetap kritis sesuai dengan karakter Demokrat.


"Kita semua harus bisa turun langsung, membantu masyarakat dan negara agar terus lebih baik," tegas Presiden RI ke-5 itu.

Hal pertama yang perlu diprioritaskan papar SBY, yaitu minimnya lowongan pekerjaan di Indonesia. Hal itu menurut dia, sangat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat yang berpengaruh pada daya beli.

Selanjutnya, SBY juga mengingatkan agar kader dapat berjuang untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang dinilai masih sangat rendah. Karenanya, untuk dapat menuntaskan itu, SBY mendorong seluruh kader dapat mendengar keluhan masyarakat.

SBY juga menegaskan, perlu ada upaya serius dalam memberantas korupsi di Indonesia. Dia juga menyatakan, dukungannya untuk memperkuat KPK.

"Pemberantasan korupsi selalu ada hambatan di sana sini. Kita harus terus aktif mendukung dan secara tegas melawan korupsi," tegas SBY.

Lebih lanjut, SBY juga mendorong seluruh kader untuk fokus pada kesetaraan. Sebab, menurut dia, saat ini kesengjangan di masyarakat masih sangat tinggi.

"Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Saya akui solusi untuk masalah itu tidak mudah, tapi pasti ada jalan keluar," jelas SBY.

SBY menekankan, Demokrat ingin pula pembangunan bangsa berlangsung secara adil dan menyejahterakan kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Hal ini adalah amanah reformasi.

"Kita ingin rakyat kita makmur bersama, bukan makmur sendiri-sendiri. Indonesia haruslah untuk semua, jangan yang menikmati mereka yang kuat, yang berkuasa, dan yang beruntung semata," kata SBY.

Terakhir, SBY mengkritisi jalannya penegakan hukum di Indonesia yang dinilai masih banyak diwarnai ketidakadilan. Karenanya, dia mengingatkan pada seluruh kader untuk dapat memperjuangkan keadilan dan penegakan hukum di Indonesia. SBY pun berharap, masalah-masalah tersebut dapat ditangani secara serius oleh pemerintah.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya