Berita

Dandhy/net

Politik

Risiko

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 | 02:50 WIB

DIPENJARA bukan risiko orang menulis atau berpendapat. Sebagaimana diracun sampai mati bukan risiko seorang pejuang kemanusiaan seperti Munir. Kematian Munir bisa disebut “risiko perjuangan” jika ia mengangkat senjata, bukan karena berorasi atau mendampingi keluarga korban penculikan.

Seorang Wiji Thukul yang menulis puisi, lalu hilang hingga kini, atau Rendra yang dipenjara karena pementasan teater, juga tak bisa begitu saja disebut “risiko perjuangan” dengan tendensi membela atau memaklumi watak rezim yang otoriter.

Atau mari kita coba dengan contoh yang sederhana: Suatu hari, seorang jurnalis dengan identitas yang jelas, sedang meliput sebuah kerusuhan. Saat itu massa melempari aparat dengan batu, dan aparat menembakkan gas air mata atau membubarkannya dengan pentungan. Jika sang jurnalis ikut terkena batu dan kepalanya benjol, itu bisa disebut risiko pekerjaan. Jika kameranya pecah karena terinjak sepatu lars, itu juga masih bisa disebut risiko.


Tapi jika salah satu pihak merampas kamera dan memukulinya hingga babak-belur (karena dianggap merekam tindak kekerasan yang dikhawatirkan bisa jadi bukti di pengadilan) maka jelas tak bisa disebut risiko pekerjaan. Tindak kekerasan yang dilakukan aparat atau massa itu tak bisa dimaklumi begitu saja hanya dengan dalih “namanya juga risiko pekerjaan”, lalu kasusnya ditutup dengan salaman antara pelaku dan petinggi media setelah kameranya diganti dan biaya pengobatan jurnalisnya ditanggung.

Risiko pekerjaan seorang penjahit adalah tertusuk jarum, bukan digebuki pelanggannya yang kecewa dengan hasil jahitan. Risiko menjadi nelayan adalah tenggelam dihantam badai, bukan mati pelan-pelan akibat proyek reklamasi pantai.

Sehingga risiko menjadi petani adalah miskin karena gagal panen akibat kemarau panjang, bukan akibat sumber airnya ditumpas pabrik semen atau dikriminalisasi karena menolak menyerahkan tanahnya.

Karena itu ketika konstitusi kita yang agung menyatakan bahwa “setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia” (pasal 28F), sejak itu pula mestinya kita bisa membedakan mana yang risiko dan mana yang penyalahgunaan kekuasaan.

Maka argumen bahwa “setiap orang berhak menulis, dan yang ditulis berhak melaporkan dengan pasal pidana, karena itu santai saja lah”, jelas bukan nalar yang dimaksud oleh konstitusi kita.

Yang betul adalah: “Setiap orang berhak menulis, dan yang ditulis berhak membalas dengan tulisan.” Itu baru santai.[***]

Dandhy Dwi Laksono

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya