Dandhy/net
Dandhy/net
DIPENJARA bukan risiko orang menulis atau berpendapat. Sebagaimana diracun sampai mati bukan risiko seorang pejuang kemanusiaan seperti Munir. Kematian Munir bisa disebut “risiko perjuangan†jika ia mengangkat senjata, bukan karena berorasi atau mendampingi keluarga korban penculikan.
Seorang Wiji Thukul yang menulis puisi, lalu hilang hingga kini, atau Rendra yang dipenjara karena pementasan teater, juga tak bisa begitu saja disebut “risiko perjuangan†dengan tendensi membela atau memaklumi watak rezim yang otoriter.
Atau mari kita coba dengan contoh yang sederhana: Suatu hari, seorang jurnalis dengan identitas yang jelas, sedang meliput sebuah kerusuhan. Saat itu massa melempari aparat dengan batu, dan aparat menembakkan gas air mata atau membubarkannya dengan pentungan. Jika sang jurnalis ikut terkena batu dan kepalanya benjol, itu bisa disebut risiko pekerjaan. Jika kameranya pecah karena terinjak sepatu lars, itu juga masih bisa disebut risiko.
Populer
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11
Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04
UPDATE
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30