Berita

Rachmawati Soekarnoputri/RMOL

Politik

Rachmawati: UBK Satu-satunya Universitas Swasta yang Dibuka Di Istana

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 19:12 WIB | LAPORAN:

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri berbagi cerita tentang tantangan yang dihadapinya dalam mendirikan Universitas Bung Karno (UBK) di era 1980an.

Rezim Orde Baru yang ketika itu berkuasa sama sekali tidak mengizinkan dia mendirikan perguruan tinggi yang berlandaskan ajaran Bung Karno

"Tahun 1981 saya mendirikan Yayasan Pendidikan Soekarno. Tahun 1983 saya mendirikan UBK. Tapi sayang pada saat itu ada upaya de-Soekarnoisasi. Selama 16 tahun saya tidak bisa mendirikan UBK," terangnya dalam acara pelantikan mahasiswa baru tahun akademik 2017/ 2018 program sarjana dan program pasca sarjana magister Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Sabtu (9/9).


Padahal, Rachmawati melanjutkan, dirinya mendirikan UBK untuk menjalankan amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat 1, dimana di dalamnya disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

"UBK didirikan untuk ikut mencerdaskan bangsa," tandasnya.

Setelah 16 tahun berlalu, tahun 1999, setelah rezim Soeharto tumbang, perjuangan Rachmawati pun berbuah hasil. Presiden RI ketika itu, BJ Habibie, mengizinkan dia membuka UBK. Bahkan, pembukaannya pun dilakukan di Istana Negara.

"Tahun 1999 saya mengajukan untuk mendirikan UBK. Alhamdulillah Presiden Habibie waktu itu justru mengundang UBK dibuka di Istana Negara," kata sosok yang akrab disapa Mbak Rachma ini sambil menitikkan air mata kebahagiaan.

Bagi Mbak Rachma pembukaan UBK di Istana Negara merupakan kejadian yang tidak disangka-sangka.

"UBK satu-satunya perguruan tinggi swasta yang dilarang dan justru dibuka di Istana Presiden. Memang memprihatinkan tetapi juga membanggakan," pungkasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya