Berita

Politik

IPDN: Pemerintah Dan Birokrat Harus Kedepankan Etika Pemerintah

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 15:01 WIB | LAPORAN:

Pemerhati Tata Kelola Pemerintahan, yang tergabung dalam Kelas Ngobrol Persoalan Indonesia atau "Ngopi" Doktoral IPDN, menilai pejabat publik dan birokrat perlu mengedepankan etika pemerintahan dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

"Fungsi pemerintahan yang dimaksud seperti pengaturan, pelayanan publik, pemberdayaan, dan pembangunan. Artinya, fungsi pemerintahan akan terganggu saat pejabat publik tidak menjalankan etika pemerintahan," kata salah satu pemerhati, Saddam Al Jihad, di Jakarta, Sabtu (9/9).

Aktivis PB HMI ini juga mengatakan, diperlukan pembangunan gagasan untuk keseimbangan antar lembaga. Artinya, perlu ada aturan yang mengatur dan menyeimbangkan fungsi DPR, peran KPK, dan lembaga kehakiman. Jadi, keadilan antar lembaga dalam menjalankan dan memaksimalkan fungsinya dapat berdasarkan aturan yuridis formil.


"Sebagai manusia yang menjabat sebagai pejabat publik, sudah semestinya mengedepankan etika pemerintahan sekaligus etika sosial dalam mengelola pemerintahan," tegasnya.

Kelas Ngopi Doktoral IPDN mempunyai bahasan kenegaraan dan kebangsaan dengan sederhana. Kelas Ngopi Doktoral IPDN ini digagas oleh Zainudin Amali, yang saat ini menjabat Ketua Komisi II DPR RI juga mahasiswa Doktoral IPDN.

Gagasan dari para mahasiswa doktoral dianggap sebagai suplemen yang berharga untuk perbaikan setiap lembaga, organisasi, dan bidang masing-masing. Kontribusi pemikiran dalam Kelas Ngopi ini menjadi rutin setelah kelas formal selesai. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya