Berita

Politik

​Alumni IPB: Kursi Mentan Bisa Diisi Siapa Saja

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 14:31 WIB | LAPORAN:

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Angkatan 27, Muhamad Karim, tak berkeberatan Menteri Pertanian (Mentan) dijabat oleh lulusan dari perguruan tinggi manapun.

Menurut Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim (PK2PM) ini, dorongan agar pos Mentan diisi jebolan IPB merupakan cara pandang yang pragmatis dan keliru.

"Saya sebagai alumni IPB enggak sepakat dengan cara pandang yang kacamata kuda begitu," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (9/9).


Kalau ada pihak-pihak yang keberatan dengan kinerja Mentan, Andi Amran Sulaiman, atau Kementerian Pertanian (Kementan), sebaiknya disampaikan secara proporsional.

"Kritik saja, apakah nulis di media atau apa, bukan ujug-ujug ganti menteri," tegas Dosen Universitas Trilogi Jakarta ini.

Karim pun mengajak senior-senior IPB dan kampus manapun yang peduli dengan perkembangan pertanian tanah air turut ikut berpikir bagaimana caranya memajukan sektor agraria.

Presiden Joko Widodo mengeluhkan sedikit lulusan IPB yang terjun ke sektor pertanian tetapi berkiprah di berbagai perusahaan plat merah.

Karenanya, di sela Dies Natalies ke-54 IPB, pada 6 September, Jokowi mengajak perguruan tinggi negeri tersebut terus bermitra dengan pemerintah dalam mengembangkan inovasi di sektor pertanian.

Tiba-tiba, alumni IPB Angkatan 20, Rifda Amarinna, mengusulkan agar kursi Mentan diisi dari kampusnya dengan dalih banyak kesulitan mengakses lahan pertanian hingga sulit mendapatkan akses pembiayaan bank.

Namun, menurut alumni IPB Angkatan 27, Rico Simanjuntak, pernyataan Rifda tersebut sarat kepentingan pribadi karena meragukan kemampuan dari pihak-pihak lain.

Dia pun menyarankan Rifda selaku seniornya berpikir jernih dan rasional, bahkan introspeksi supaya menjaga nama besar almamater IPB.

Mentan saat ini, Andi Amran Sulaiman, merupakan peraih gelar sarjana hingga doktor dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, dengan fokus sektor pertanian. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya