Berita

Djarot Saiful Hidayat/net

Nusantara

Djarot: Boleh Punya Mobil Banyak, Asal Ada Garasi

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 13:37 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, tidak akan mempermasalahkan jika warganya membeli kendaraan mobil lebih dari satu unit. Yang penting, orang tersebut mempunyai garasi di rumahnya.

"Logikanya begini, orang beli mobil harga mahal, paling enggak mobil bekas pun di atas Rp 100 juta. Masak, bangun garasi atau sewa garasi enggak bisa?" kata Djarot di Taman BMW Jakarta Utara, saat groundbreaking fasilitas olahraga air, Sabtu (9/9).

Menurutnya, kepemilikan garasi merupakan amanat dari Peraturan Daerah (Perda), bukan maksud melarang warga Jakarta untuk membeli mobil.


"Silakan beli sebanyak-banyaknya mobil. Satu orang boleh punya 5 sampai 10 mobil, tapi harus punya garasi," tegas Djarot.

Untuk pengawasan aturan dan langkah penertibannya, Djarot mengatakan sangat mudah. Misalnya, aparat Pemprov akan melakukan penyapuan pada malam hari.

"Sangat gampang. Bisa kita lihat pada malam hari. Kalau parkir di luar, persepsi kami itu enggak punya garasi. Selanjutnya mobil itu kami derek untuk dibawa ke garasi," katanya.

Pasal 140 Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta 5/2014 tentang transportasi mewajibkan pemilik mobil wajib memiliki garasi.

Ayat (1) berbunyi, setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi. Dan pada ayat (3) dikatakan setiap orang atau badan usaha yang akan membeli kendaraan bermotor wajib menguasai garasi untuk menyimpan kendaraanya yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari kelurahan. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya