Berita

Agus Hermanto/Net

Politik

Demokrat Incar Posisi Wakil Gubernur Di Pilgub Jabar Dan Jatim

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 02:14 WIB

Partai Demokrat optimis menghadapi Pilkada Serentak 2018. Targetnya, menyapu bersih semua pilgub yang digelar di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim).

"Kita ingin juga merebut Pilkada di Jabar, Jateng, dan tentunya juga Jatim. Hal ini merupakan keinginan kita dan juga semangat kita," ujar  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto kepada wartawam, Jumat (8/9).

Agus menyatakan, saat ini partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu terus berkomunikasi dengan partai lain untuk memadukan visi-misi partai dan calon kandidat.


"Sehingga kita betul-betul bisa memadukan antara cagub dan cawagub," terangnya.

Di Pilgub Jabar, Agus mengaku partainya akan mempertimbangkan peluang mengusung kader sendiri. Terlebih, jika akar rumput Demokrat menghendaki kader internal maju.

Target Demokrat tersebut tidak harus gubernur, tapi lebih mengincar posisi calon wakil gubernur. Ini lantaran kandidat calon gubernur di Jabar mengerucut pada Wakil Gubernur Deddy Mizwar, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Semua itu, bukan kader Demokrat.

"Bisa saja Demokrat mengambil wakilnya karena kita memang melihat survei tertinggi. Kita melihat kepastian ataupun kemungkinan-kemungkinan kemenangan tersebut," lanjutnya.

Begitu juga di Jatim. Pihak Demokrat belum memutuskan siapa calon yang bakal diusungnya. Namun, hasil survei menyebutkan ada dua kandidat calon yang ada, yaitu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Saefullah Yusuf, dinilai cukup kuat.

"Kita tentunya ingin memasukkan calon-calon kita barangkali sebagai wagub," ungkapnya.

Kendati demikian, ia mengaku hingga saat ini partainya belum menentukan akan berlabuh ke pasangan mana, menurutnya Demokrat menjalin koalisi dengan calon yang terkuat.

"Kita belum menentukan dengan siapa, tapi kita tentunya harus memadukan mana yang terkuat untuk itu," pungkasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya