Berita

Nurdin Tampubolon/Net

Politik

Hanura Pede, Semua Fraksi Bakal Setuju Perppu Ormas Jadi UU

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 01:47 WIB | LAPORAN:

Ketua Fraksi Partai Hanura DPR Nurdin Tampubolon optimis pembahasan Perppu 2/2017 tentang Ormas di DPR akan berjalan lancar.

Dia pede, semua fraksi pada akan setuju perppu ini diterima menjadi UU. Sebab, perppu itu dikeluarkan pemerintah semata-mata untuk kepentingan negara.

"Fraksi-fraksi di DPR memang hanya punya dua opsi, apakah menerima atau menolak Perppu Ormas. Namun, pada akhirnya semuanya berpikir rasional karena ini kepentingan bangsa dan negara," kata Nurdin, Jumat (8/9).


Untuk Hanura, kata Nurdin, jelas menyetujui terbitnya Perppu Ormas. Hanura berpandangan bahwa perppu itu diperlukan untuk mengantisipasi hadirnya ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Namun begitu, Hanura tetap berpandangan tetap harus ada aturan lebih rinci mengenai pembubaran Ormas agar tak menjadi masalah di kemudian hari.

"Peraturan tersebut bisa melalui peraturan menteri terkait atau petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari UU Ormas yang semuanya diperlukan untuk menjaga stabilitas di republik ini," sambung dia.

Sekretaris Fraksi Hanura DPR Dadang Rusdiana ikut bicara. Menurutnya, Perppu itu diperlukan sebagai dasar untuk menghadapi Ormas-ormas yang berpotensi membahayakan persatuan dan kesatuan negara.

"Negara ini butuh stabilitas sebagai modal dasar untuk membangun. Kita tahu bagaimana kelompok atau organisasi tertentu memiliki agenda-agenda yang membahayakan eksistensi NKRI. Semua orang yangg melek tahu itu," cetusnya.

Karenanya, dia tidak sependapat kalau ada pihak-pihak yang menolak pengesahan Perppu Ormas cuma dengan dalih tak ada mekanisme persidangan dalam pembubabaran ormas. Kata Dadang, meski tak ada proses persidangan, ormas-ormas yang dibubarkan tetap punya hak untuk menggugat pemerintah secara hukum.

"Kalau sebuah ormas yang telah dibubarkan pemerintah melihat ini tidak benar, bisa mengajukan gugatan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Jadi, tidak benar jika dikatakan tidak ada due process of law (penegakan hukum yang benar dan adil)," katanya.

Dia pun berkeyakinan, semua fraksi di DPR sejatinya menyetujui Perppu Ormas dijadikan UU. Alasannya, kehadiran aturan itu penting untuk mencegah perpecahan di negara. Hanya saja, karena menjelang pemilu, ada pihak-pihak tertentu yang ingin menggunakan isu Perppu Ormas ini untuk mendapat dukungan dari pihak tertentu.

"Persoalannya adalah, ini menjelang pemilu. Tentu ada juga kelompok atau orang yang cari panggung. Maka, mereka mencoba berseberangan dan menolak perppu agar dapat keuntungan," tambah dia. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya