Berita

Daniel/net

Politik

Putra Pantura Ini Diwacanakan Maju Dari Golkar Dampingi RK Di Pilgub Jabar

SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 | 00:46 WIB | LAPORAN:

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan partainya belum memastikan akan mengusung, Dedi Mulyadi sebagai Calon Gubernur Jawa Barat yang akan bertarung dalam Pilkada 2018 mendatang.

Menurutnya Golkar masih melakukan komunikasi politik lintas partai di Jawa Barat.

"Kita tetap melakukan komunikasi. Yang paling penting lagi bagi kami tetap memonitor perkembangan bagaimana keinginan dan aspirasi rakyat terkait elektabilitas calon yang ada," kata Idrus kepada wartawan, Jumat (8/9).


Idrus mengungkapkan pekan depan akan ada sebuah lembaga survei yang mencoba melakukan jajak pendapat secara komprehensif, untuk mengecek kembali elektabilitas calon di Pilkada Jawa Barat. Pasalnya kata Idrus, beberapa minggu terakhir, ada survei yang menunjukkan perubahan posisi elektabilitas dari calon yang ada.

"Kalau enggak salah, RK (Ridwan Kamil) tetap nomor satu tapi turun (elektabilitasnya), kemudian Dedi Mulyadi menjadi nomor dua dan Dedy Mizwar nomor tiga," kata Idrus.

Atas dasar itu menurut Idrus belum tentu Dedi Mulyadi yang kader Golkar akan disandingkan dengan, Ridwan Kamil dalam Pilkada Jawa Barat.

Idrus mengakui saat ini di internal Golkar juga telah muncul nama nama kader lain yang didorong untuk maju dalam Pilkada Jawa Barat. Sepanjang belum final dan belum ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen maka seluruh kader partai Golkar bebas mewacanakan, untuk menyampaikan aspirasi dalam bentuk berpendapat.

"Seperti misalkan saudara Nusron Wahid yang mewacanakan RK dengan Daniel Muttaqien. Tapi tentu juga ada juga wacana-wacana lain, itu sah-sah saja  tetapi itu bukan keputusan," ujarnya.

Daniel Muttaqien sendiri saat ini menjabat anggota Komisi V DPR RI. Politisi muda partai Golkar ini berasal dari daerah pemilihan Pantai Utara Jawa Barat.  

Idrus menegaskan hingga hari ini partainya belum mengeluarkan rekomendasi pada siapa pun untuk menjadi calon Gubernur Jawa Barat. Sehingga kabar yang beredar saat ini mengenai kandidat hanya klaim sepihak.

"Saya secara konsisten menyampaikan September. September ada 30 hari, dan sekarang ini tanggal 8, berarti kita tunggu dan dalam jangka waktu itu. Kita tunggu hasil lembaga survei," demikian Idrus.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya