Berita

Agus Hermanto/Net

Politik

Tolak Dana Haji Buat Infrastruktur, Demokrat Singgung Toilet Di Arafah

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 23:31 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto kembali mengungkit wacana penggunaan dana haji untuk proyek infrastruktur. Kata politisi Demokrat ini, wacana itu tidak tepat. Alasannya, masih banyak kekurangan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia saat beribadah di Tanah Suci.

Berdasarkan hasil pengawasannya atas pelaksanaan selama musim haji tahun ini, banyak jemaah mengalami kesulitan, terutama dalam hal penginapan dan transportasi. Karenanya, dia meminta pemerintah menimbang ulang wacana penggunaan dana haji untuk proyek infrastruktur. Dia lebih setuju jika dana haji sebesar Rp 90 triliun itu dialokasikan untuk pembangunan kepentingan jemaah.

"Di sana, masalah penginapan dan transportasi masih kalang kabut. Masih mengalami kesulitan. Karenanya, kami tidak setuju dana haji dialokasikan untuk proyek infrastruktur," ujar Agus, Jumat (8/9).


Dia menyebut, jika memaksakan untuk digunakan dalam pembangunan infrastruktur, pemerintah melanggar dua hal sekaligus. Yaitu, melanggar UU dan bertentangan dengan syariah.

"Harusnya, dana haji digunakan untuk kemaslahatan (jemaah), seperti membeli hotel atau pesawat. Saat ini, penginapan masih sangat kekurangan untuk melayani jumlah jemaah haji Indonesia sangat besar. Kami mendorong alokasi dana haji perbaikan penginapan," ucapnya.

Selain perbaikan penginapan, Agus meminta Pemerintah memperbaiki penyediaan kamar kecil untuk para jemaah, terutama pengadaan urinoir. Sebab, dirinya melihat antrean panjang saat para jemaah menggunakan toilet.

"Kami mengusulkan, toilet untuk laki-laki sebaiknya ada urinoir. Jadi, malam-malam di Arafah tidak perlu mengantre panjang di toilet," cetus dia.

Sektor makanan pun tak luput dari pantauan Agus. "Makanan jemaah perlu perbaikan. Sebab, ada temuan makanan tak memenuhi syarat. Pendistribusiannya pun ada yang kurang tepat, sehingga waktu makan jemaah tertunda," keluhnya.

Meski begitu, Agus tetap mengapresiasi adanya sejumlah perbaikan dalam pelayanan dan fasilitas pelaksanaan haji tahun ini. Misalnya, di sektor kesehatan. Jemaah yang wafat tahun ini lebih sedikit. Konstruksi tenda jemaah juga sudah cukup bagus dan tahan api.

"Secara keseluruhan, sudah banyak perbaikan. Tahun ini, pelayanan terhadap para jemaah haji saat di Arafah, Mekah, dan Madinah relatif punya perbaikan," tandasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya