Berita

Fahri Hamzah/net

Politik

Fahri Hamzah: Mana Penantang Jokowi? Enggak Punya Duit?

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 20:22 WIB | LAPORAN:

Karena Joko Widodo sudah memanaskan mesin relawannya (Projo) untuk Pilpres 2019, sebaiknya para kandidat lain juga mengikuti langkah yang sama.

Ajakan itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyikapi kehadiran Jokowi di Rakernas Projo pada Senin lalu. Saat berpidato, Jokowi meminta agar Relawan Projo mulai giat berkampanye untuk memenangkan dirinya di Pilpres 2019.

"Itu sama saja kampanye duluan. Apalagi pada forum itu Jokowi juga meminta Menteri Kabinet fokus bekerja dan menyerahkan kampanye kepada relawan. Dianggap sebagai bentuk kepercayaan yang sangat besar terhadap efektivitas mesin non-partai," kata Fahri Hamzah kepada wartawan, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/9).


Biar adil, menurut dia, bakal kandidat lain yang berniat maju ke Pilpres 2019 ikut memanaskan mesin relawan agar muncul  dialektika yang lebih sehat.

"Jelaslah Projo itu kan Pak Jokowi calonnya, dan beliau sudah manasin mesin. Nah, yang lain mana? Kok mesinnya belum dihidupin?" kata Fahri.

"Apa karena enggak punya duit? Atau karena enggak punya kepercayaan diri? Atau belum jelas? Atau tidak percaya bisa dapat tiket, sementara Pak Jokowi sudah dapat," sindir Fahri.
 
Selain itu, Fahri juga mengusulkan agar para relawan menggelar debat terbuka sebelum debat resmi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Jadi, relawan (mulai) main, boleh juga. Tetapi harus ada lawannya. Kandidat yang lain mana? Harus muncul. Jokowi sudah melaju dengan relawannya. Yang lain mana?" ajaknya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya