Berita

Nezar Patria/Net

Politik

Nezar Ingatkan Masinton: Kita Sama-sama Berdarah Perjuangkan Ruang Demokrasi Ini...

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 20:09 WIB | LAPORAN:

Demokrasi Indonesia adalah hasil perjuangan bersama. Karenanya sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang demokrasi yang diperjuangkan dengan darah ini.

Begitu dikatakan Anggota Dewan Pers Nezar Patria dalam laman Facebook pribadinya, Jumat (8/9).

Pernyataan Nezar ini berkaitan dengan pelaporan tulisan pemilik akun Facebook bernama Dhandy Dwi Laksono oleh Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) ke Polda Jawa Timur karena dianggap mengandung unsur sarkasme.


Nezar yang juga aktivis korban penculikan 1998 ini mengingatkan Masinton Pasaribu, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), supaya bisa bijak menyikapi persoalan tulisan Dhandy yang berjudul "San Suu Kyi dan Megawati" itu.

"Kita sama-sama berjuang dan berdarah-darah untuk ruang demokrasi ini, dan saya kira kita juga wajib merawat ruang ini agar rakyat bisa terus bebas dari rasa takut untuk berbicara ataupun berpendapat," tegas Nezar.

"Saya berharap Bung Masinton Pasaribu selaku Ketua Repdem bisa mengambil sikap dan langkah yang lebih bijak ketimbang mengadukan Dandhy Dwi Laksono ke polisi hanya gara-gara tulisannya dan menjeratnya dengan UU ITE, hate speech, atau lainnya," sambungnya.

Nezar tak menampik bahwa dia tidak melulu sependapat dengan Dhandy. Namun, untuk persoalan opini ini, dia pasang badan untuk Dhandy.

"Saya mungkin dalam beberapa hal tak sependapat dengan Dhandy, tapi haknya untuk bebas berpendapat dan berbicara akan terus saya bela dan siap berdiri di sampingnya. Seperti juga saya akan berdiri bersama Anda jika Anda mengalami hal yang sama," tandasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya