Berita

Rico Simanjuntak/Net

Politik

Alumni IPB Ini Minta Rifda Koreksi Diri

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 19:35 WIB | LAPORAN:

Alumni IPB angkatan 27, Rico Simanjuntak angkat bicara mengomentari surat Rifda Ammarina yang merupakan seniornya kepada Presiden Jokowi, 7 September lalu.

Surat tersebut memberikan masukan kepada Presiden Jokowi terkait solusi untuk memajukan pembangunan pertanian melalui kebijakan yang mendorong produktivitas dan efisien yakni dengan mengganti Menteri Pertanian dari alumni IPB.

Rico menilai, respon dan masukan di atas tidak mencerminkan insan akademis atau intelektual yang benar-benar memiliki tekad membangun bangsa dan negara.


Dia bilang, jika ingin membangun pertanian secara benar, harusnya melepaskan diri dari kepentingan bisnis, kelompok, organisasi terutama ambisi pribadi untuk menjadi memimpin negara.

"Sebagai alumni IPB seyogyanya senior ku Rifda yang masih kami hormati, haruslah berpikir jernih dan rasional bahkan introspeksi sehingga bisa menjaga nama besar almamater IPB. Kritikan kakak Rifda sangat syarat dengan kepentingan pribadi dan kelompok, ambisius, dan meragukan kemampuan orang atau kelompok lain,” kata Rico di Jakarta, Jumat (8/9).

Dia menjelaskan, walaupun masih banyak masalah sektor pertanian yang belum diselesaikan, pandangan harus tetap adil. Harus diakui juga bahwa saat ini pertanian tetap tumbuh positif, andalan devisa sektor non migas. Swasembada beras, jagung pun telah capai.

Kemudian, sejak 2016 tidak impor beras medium, cabai segar, bawang merah dan pada 2017 tidak impor jagung pakan ternak. Bahkan telah ekspor bawang merah, perkebunan, dan lainnya.

"Capaian ini sebagian besar adalah prestasi petani yang lahannya sempit, modal terbatas, sebagian miskin. Bukankah ini suatu prestasi kerja yang hakiki anak bangsa? Itu lah pertanian kita sesungguhnya. Ataukah menurut kakak disebut pertanian maju apabila didominasi pemodal besar, teknologi tinggi tapi meninggalkan rakyat petani kecil. Apakah kemajuan pertanian haruskah ditandai juga dengan penyelenggaran event pameran? Dimana rasa berbangsa-bernegara kita kalo pandangan seperti itu,” ungkap Rico.

"Sesungguhnya negara ini ada adalah mampu untuk melindungi yang kecil  dan mensejahterakan rakyat yang kurang mampu, bukan rebutan ingin menjadi direksi di BMUN ataupun memimpin instansi,” imbuhnya.

Rico menegaskan, sebagai seorang akademisi, seharusnya Kakak Rifda tidak berpikir sempit tentang eksistensi sebagai alumni. Negara ini boleh dipimpin oleh alumni perguruan tinggi dari mana saja atau orang apa saja, utamanya adalah yang mempunyai kemampuan, integritas tinggi untuk negara, bersih, loyal kepada merah putih dan memiliki cita-cita tinggi untuk mensejahterakan petani dan menjadikan pangan Indonesia yang dapat menghidupi dunia.

"Karena itu, luruskan bisnis Kakak Rifda sesuai niat yang murni untuk kemajuan pertanian Indonesia. Agrinex yang sudah 11 tahun diselenggarakan bukan hanya jual lapak pameran dengan memaksa-maksa instansi, BUMN dan swasta besar untuk menyewa atau mensponsori pameran. Walaupun kakak dalam hal ini pasti membantah tapi berbagai sumber bicara demikian. Tolong pameran itu harusnya mempromosikan hasil kerja petani kecil, menengah, dan koperasi,” ujarnya.  

Oleh karena itu, Rico berharap Rifda tidak mencari "panggung” dengan mengatasnamakan petani dan pertanian Indonesia.

"Sebagai adik yunior berharap lebih baik koreksi diri, jangan membuat resah publik dengan statemen kurang produktif. Lebih baik sedikit bicara dan banyak berbuat nyata bagi bangsa dan negara kita," tandasnya. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya