Berita

Politik

Usulkan Nama Cagub, Kiai NU Tapal Kuda Titip Surat Untuk Megawati

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 18:10 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sejumlah Kiai Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur menyerahkan surat berisi nama calon gubernur yang mereka dukung kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Surat dititipkan kepada Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, selaku utusan khusus Megawati yang bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Byt Al Hikmah, Pasuruan, pimpinan KH Idris Hamid.

Dalam pertemuan silaturahmi itu, puluhan kiai NU Kota dan Kabupaten Pasuruan atau wilayah Tapal Kuda menyampaikan aspirasi mengenai situasi politik nasional dan juga upaya kebersamaan Nahdliyin-PDIP dalam mengusung calon di Pilkada Jawa Timur.


Setelah sekitar satu jam sesi tanya jawab, pertemuan ditutup dengan penyerahan surat berisi nama cagub yang didukung Kiai NU. Surat dalam amplop tertutup itu diserahkan kepada Basarah untuk disampaikan kepada Megawati agar dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan calon yang diusung pada Pilkada Jawa Timur.

"Surat dari Kiai Idris mewakili bapak-bapak kiai ini akan saya sampaikan kepada Ibu Megawati. Besok hari Minggu di Malang karena kebetulan memang ada rapat kerja Tiga Pilar Partai," kata Basarah saat menerima surat tertutup dari KH Idris Hamid, di akhir pertemuan silaturahmi di Ponpes Byt Al Hikmah, Pasuruan, Jumat (8/9).

Para kiai yang hadir dalam silaturahmi itu antara lain KH Irsyad Muchdhor, Kiai Ikhya', KH Said Kholil, KH Abd Hadi, KH Alwi Ahmad Sahal, dan KH Abd Hayyi. Adapun Basarah didampingi Sekjen Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi PDIP), Falah Amru, dan Ketua DPP Bamusi, Nu'man Bashori; serta Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi.

Basarah dalam sambutan silaturahmi mengatakan, dirinya diutus secara khusus oleh Megawati untuk menyampaikan pesan penting dan ajakan kebersamaan kepada NU dalam hal-hal strategis kebangsaan. Ditegaskannya, NU dan nasionalis memang sudah punya hubungan baik sejak sebelum negara Indonesia merdeka.

Sementara itu, KH Idris Hamid menyampaikan apresiasinya kepada PDIP karena sudah mengajak para kiai dan ulama berdiskusi dalam pengambilan keputusan politik yang begitu penting. Apa yang dilakukan PDIP mengingatkannya pada apa yang dilakukan Bung Karno.

"Pak Karno sudah jadi Presiden, mau angkat menteri saja minta pendapat Kiai Wahab (KH Wahab Chasbullah). Tradisi konsultasi dengan ulama seperti dilakukan Bung Karno ini sangat penting. Ini momentum untuk mengembalikan tradisi Soekarnoisme," ungkapnya. [ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya