Berita

Bima Arya/Net

Nusantara

Izin Masjid Dicabut, Bima Arya Disindir Penakut

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 09:24 WIB

Izin pendirian masjid Imam Ahmad bin Hanbal yang telah diterbitkan oleh Pemkot Bogor tahun 2016, dicabut. Walikota Bogor, Bim Arya pun disindir takut terhadap massa aksi yang mendatangi kantornya, beberapa pekan lalu.

Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Bogor Raya Institut (Brain), Yusuf Hidayat menilai tidak ada dasar yang kuat bagi walikota untuk membekukan apalagi mencabut IMB masjid. Apalagi dengan alasan itu masjid kelompok wahabi.

"Jadi terlalu berlebihan kalau sampai mengutarakan wahabi adalah pengacau persatuan umat islam," ujar mantan ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) HMI itu seperti dimuat RMOLJabar.Com.


Ia menekankan, intinya hanya perbedaan khilafiah. Karena, jelas Yusuf, secara prinsip keagamaan tidak ada perbedaan, kecuali paham ahmadiyah itu harga mati harus ditolak dan didemo besar-besaran.

"Melihat realita ini, kami sedih dan sangat prihatin, karena sesama umat Islam saling menyalahkan dan menganggap dirinya paling benar," ujarnya.

Sekjen DPP Pemuda Nasional (Pemnas) Sandi M Ilham juga mampertanyakan dasar Walikota Bima menyetop pembangunan masjid tersebut.

"Selama akidahnya (muslim) tidak terganggu, maka selama itu pun HAK beribadah bagi ummat agama lain pun tidak terusik dan mesti di dukung," tegasnya.

‌Ia menyerukan kader Pemnas wajib menerapkan ideologi Pancasila kepada seluruh anggota se-Indonesia agar memahami dan mengamalkan dasar negara yang dibentuk oleh para pendahulu di negeri ini.

Sebelumnya, Bima menyatakan pencabutan izin masjid yang berlokais di Bogor Utara itu atas permintasan warga.

"Yah, IMB dibekukan. Saya sampaikan tadi, karena permohonan dari warga, untuk menuju pencabutan (IMB) juga ada tahapannya,” kata Bima.

Setelah diputuskan cabut IMB kemudian penyelesaian persoalan baik aspek teknis dan sosial dengan proses tabayun.

"Jika tidak selesai, maka masjid tidak bisa beroperasi karena syarat utama dari Pemkot Bogor adalah masjid dibuka menjadi masjid jami," pungkasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya