Berita

Foto: PB Djarum

Olahraga

141 Pebulutangkis Lolos Ke Final Audisi PB Djarum Hari Ini

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 07:57 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 29 pebulutangkis lolos ke audisi final Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 di GOR Djarum, Jati, Kudus, kemarin. Dari 29 orang tersebut, 17 di antaranya lolos setelah memperoleh super tiket. Sedangkan 12 finalis lainnya lolos lewat turnamen.

Audisi umum di Kudus merupakan seri terakhir dari sembilan audisi di berbagai kota di Tanah Air. Sebelumnya audisi umum digelar di Medan, Palembang, Jember, Balikpapan, Manado, Makassar, Tasikmalaya, dan Purwokerto.

Total jumlah peserta audisi di Kudus sebanyak 913 orang, adapun jumlah peserta keseluruhan sebanyak 1.900-an orang. Audisi di Kudus diikuti paling banyak peserta dan dinilai paling ketat. Peserta yang sebelumnya tak lolos seleksi di kota lain diizinkan kembali mencoba peruntungan mereka di Kudus.


"Total peserta yang lolos audisi dari berbagai kota mencapai 141 orang. Sebagian besar lolos lewat turnamen, yang lainnya melalui super tiket. Super tiket di Kudus paling banyak dibandingkan kota-kota lainnya. Dari Kudus ada 17 super tiket, sedangkan dari gabungan delapan kota lain hanya 16 tiket," kata pelatih kepala PD Djarum, Fung Permadi.

Super tiket dikeluarkan tim pencari bakat yang berisi 14 legenda bulutangkis Indonesia. Mereka adalah Christian Hadinata, Lius Pongoh, Eddy Hartono, Hariyanto Arbi, Kartono Hari Armanto, Heryanto Saputra, Liem Swie King, Denny Kartono, Bobby Ertanto Kurniawan, Simbarsono Sutanto, Johan Wahyudi, Maria Kristim Yulianti, Hastomo Arbi, dan Fung Permadi.

Para legenda bulutangkis tersebut dilibatkan karena dinilai bisa memberikan penilaian berbeda dibandingkan para pelatih Djarum. Selain itu, kehadiran mereka bertujuan memotivasi para peserta. Para pemenang super tiket terdiri atas para pebulutangkis yang sudah gugur sebelum semifinal (untuk kategori putra) dan yang sudah tersingkir di babak final (untuk kategori putri) untuk audisi umum.

Bagi setiap semifinalis putra dan finalis putri di babak audisi umum memang otomatis lolos ke grand final, yang akan berlangsung di GOR Djarum, 4-6 September 2015.

"Tapi untuk babak grand final nanti, para legenda sudah tidak dilibatkan. Peserta yang lolos seleksi untuk dibina di PB Djarum sepenuhnya murni keputusan pelatih," ujar Fung.

Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum, Christian Hadinata meyakini peserta peraih super tiket tersebut bakal bertarung habis-habisan guna mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis. Kesempatan ini juga akan menjadi ladang pembuktian dari para peserta yang sebelumnya meraih kemenangan di kota asal audisi umum mereka.

"Mengenai bakat, sudah menjadi perhatian kami di PB Djarum sejak awal audisi umum ini dilaksanakan. Namun yang terpenting adalah semangat pantang menyerah dan mentalitas juara. Kombinasi dari bakat dan mental juara inilah yang kami cari," papar juara All-England 1972, 1973, dan 1979 ini.

Para peraih super tiket ini wajib melakukan registrasi ulang pada Kamis (7/9) di GOR Djarum, Jati, Kudus. Mereka, kemudian dibagi berdasarkan kategori usia, yakni U-11 Putri, U-13 Putri, U-11 Putra, dan U-13 Putra.

Di final audisi ini para pelatih di PB Djarum akan turun langsung memantau bakat para peserta. Mereka akan mengamati proses seleksi dan bergabung dengan para legenda bulutangkis Indonesia yang menjadi tim pencari bakat PB Djarum.

Pada hari pertama final audisi, hari ini (Jumat, 8/9), para finalis mendapatkan kesempatan dua kali bertanding untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan para pelatih PB Djarum. Penampilan mereka di dua pertandingan ini akan menjadi pertimbangan apakah mereka berhak untuk bertanding di hari selanjutnya.

Kemudian pada Sabtu (9/9) pagi, para peserta kembali mendapat kesempatan satu kali bertanding. Hasil pertandingan ini akan menjadi penentu mereka untuk melaju ke tahap berikutnya yang akan digelar pada Sabtu sore.

Selanjutnya, Minggu (10/9),para finalis akan menjalani pertandingan terakhir mereka sebelum para pelatih PB Djarum memutuskan siapa yang layak untuk melaju ke tahap karantina. Mereka yang lolos akan langsung menjalani tahap karantina yang akan digelar pada 10 hingga 16 September mendatang.

Selama karantina, peserta akan menjalani kehidupan di asrama PB Djarum.

"Penilaian kami tidak hanya dari kalah atau menang saja, kami juga akan menilai kelebihan teknik mereka apakah itu footwork, pukulan, tenaga, atau stamina. Tetapi kami juga mempertimbangkan daya juang, ditambah juga potensi mereka untuk bisa berkembang atau tidak, kami juga membandingkan kualitas peserta yang seusia mereka dengan atlet kami yang sudah berada di Kudus," ujar Fung.

"Dalam karantina ini, akan dilihat bagaimana kedisiplinan dan kehidupan mereka sehari-hari. Apakah mereka memiliki konsistensi semangat dalam keseharian mereka. Sebenarnya waktu karantina ini relatif pendek, tetapi ini cukup untuk menjadi indikasi awal untuk memilih atlet mana yang nantinya akan berhak untuk mendapat beasiswa bulutangkis," lanjut Fung.

Setelah lolos tahap karantina, mereka yang berhasil dinyatakan bergabung bersama PB Djarum akan segera memasuki asrama dan berlatih sebagai atlet PB Djarum.Selain mendapatkan pelatihan dari para pelatih berpengalaman di PB Djarum, mereka juga akan mendapat fasilitas terbaik dalam program beasiswa bulutangkis ini. Termasuk di dalamnya adalah kesempatan bertanding di turnamen nasional dan internasional.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya