Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Ribuan Pengungsi Gunung Sinabung Tagih Janji Pemerintah

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 20:02 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 2000-an warga pengungsi Gunung Sinabung yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Korban Erupsi Gunung Sinabung merasa diabaikan dan tidak diperhatikan pemerintah selama mengalami bencana erupsi.

Koordinator Gerakan Rakyat Korban Erupsi Gunung Sinabung Henriko Sembiring menegaskan bahwa pemerintah harus memenuhi janji-janjinya yang pernah disampaikan ke para pengungsi di kamp-kamp pengungsian.
 
"Tuntutan kami adalah agar pemerintah memenuhi janjinya akan membayarkan sewa rumah dan sewa lahan yang sudah dijanjikan,” ujarnya dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis (7/9).


Para pengungsi sendiri menggelar aksi unjuk rasa guna menagih janji pemerintah tersebut. Henriko bilang, selain urusan kebutuhan mendasar, mereka juga menuntut kepada pemerintah agar segera merealisasikan janjinya untuk melakukan percepatan relokasi tahap ketiga terhadap para pengungsi, dengan menyediakan hunian tetap (huntap) bagi para pengungsi.
 
"Selain itu, biaya pendidikan anak sekolah sebagaimana telah dijanjikan oleh pemerintah akan diberikan, sampai sekarang tidak ada. Kami menuntut supaya itu dipenuhi,” jelasnya.
 
Yang paling urgen, lanjut dia, para pengungsi menuntut segera dilakukannya pembebasan lahan bagi pengungsi. "Dijanjikan pembebasan lahan pengungsi di Jalan Tembus Kabupaten Karo-Langkat. Kami meminta segera juga itu dilakukan,” tutur Henriko.
 
Aktivis kemanusiaan di pengungsian yang juga pengungsi, Jepri Maradona Bangun mengatakan, aksi unjuk rasa itu dilakukan lantaran tidak ada keseriusan pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka.
 
"Padahal, semua datang berkunjung, Presiden datang, menteri datang, Kapolri datang, Kapolda datang, kok tidak serius memperhatikan dan memenuhi janji-janjinya kepada para pengungsi yang sudah kian banyak yang sekarat ini,” ujar Jepri.
 
Aksi unjuk rasa akan terus diikuti oleh para pengungsi hingga tuntutan mereka dipenuhi, sebagaimana dijanjikan oleh pemerintah. Aksi dilakukan dari Taman Makam Pahlawan Kabanjahe menuju kantor Bupati karo dan kantor DPRD kabupaten Karo.
 
Selain itu, menurut dia, aksi-aksi akan terus dilakukan, sampai mereka ditolong dan diperhatikan secara serius oleh pemerintah.

"Aksi berikutnya hari Senin, 11 September 2017, di kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Karo,” ujar Jepri. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya