Berita

Nusantara

Waspadai ISIS Manfaatkan Isu Rohingya

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 13:51 WIB | LAPORAN:

Isu kekerasan terhadap etnis Rohingya dapat dimanfaatkan oleh Negara Islam (ISIS) untuk memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

"Isu kekerasan terhadap etnis Rohingya berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok teror seperti Al Qaidah, ISIS. Untuk mengimpor potensi konflik di Myanmar ke dalam negeri guna mengacaukan kehidupan beragama dan berbangsa," jelas Koordinator Koalisi Pemuda dan Masyarakat Pro-NKRI (KPMP NKRI) Ach. Adnan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/9).

Menurutnya, semua elemen bangsa dan umat di Indonesia harus berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial terkait penderitaan etnis Rohingya.


"Simpati dan protes keras masyarakat Indonesia khususnya umat Islam terhadap kekerasan dan kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Myanmar patut dimaklumi sebagai bentuk solidaritas atas nama kemanusiaan. Terlepas apapun suku, agama dan rasnya," jelas Adnan.

Langkah pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menemui pemerintah Myanmar dan meminta untuk segera mengakhiri kekerasan patut diapresiasi. Selain juga menemui pemerintah Bangladesh terkait penanganan pengungsi Rohingya.

"Langkah pemerintah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata yang sangat konkret untuk mengakhiri kekerasan di Myanmar. Dibandingkan hanya berhenti pada kecam-mengecam belaka," tegas Adnan. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya