Berita

Anggawira/Dok

Nusantara

Ok Oce Ingin Perda Pasar Lindungi Pelaku UMKM

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 07:52 WIB | LAPORAN:

Co Founder One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (Ok Oce), Anggawira mengatakan, pihaknya tengah berupaya menyusun beberapa langkah strategi untuk memproteksi UMKM dan pengusaha kecil agar tetap eksis di tengah gejolak modernisasi.

Dalam hal ini, Anggawira menyatakan akan menjalin sinergi dengan PD. Pasar Jaya sebagai pengendali operasional pasar rakyat.

"Keberpihakan Pemprov DKI terhadap pasar tradisional terus diuji. Pasar yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat peralahan tergilas oleh pusat perbelanjaan modern yang dimiliki oleh korporasi besar. Dalam hal ini OK OCE bersama dengan PD Pasar Jaya ingin memberikan proteksi terhadap pasar tradisional di Jakarta yang jumlahnya 153 unit,” ujar Anggawira dalam keterangannya.


Anggawira juga mendesak agar pemerintah DKI Jakarta secepatnya melakukan evaluasi mengenai cara berbisnis korporasi besar serta mengawasi dampak dari strategi bisnis korporasi yang sebetulnya berdampak negatif bagi pengusaha kecil dan UMKM.

"Sebagai langkah awal, pemerintah harus mengevaluasi cara berbisnis korporasi besar yang menerapkan sistem franchise dan sewa lokasi sehingga penertiban dan pembatasannya menjadi cukup sulit. Perkembangan pasar-pasar modern harus dibentengi dengan sejumlah aturan karena sebetulnya ini berdampak negatif bagi pengusaha kecil,” terang pria yang menyatakan siap maju dalam konstelasi Pilwakot Bekasi 2018 tersebut.

Lebih lanjut, politisi Gerindra ini meminta agar pemerintah fokus soal zonasi. Menurutnya, jarak antara pasar modern dengan pasar tradisional harus diperhatikan dengan detil karena keberadaan ritel modern yang berdekatan dengan pasar tradisonal akan sangat berpengauh.

"Dari kajian - kajian yang kita lakukan, letak ritel modern yang berdekatan dengan pasar tradisional dapat membuat omset pedagang pasar turun sampai 50 persen. Bahkan, dampaknya juga dirasakan oleh toko- toko kelontong yang penurunan pendapatannya bisa hampir 70 persen," ujar Anggawira.

Oleh karena itu, dirinya mengusulkan agar pendirian minimarket hanya diperbolehkan di lokasi-lokasi tertentu yang jaraknya tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Selain itu, pendirian ritel modern atau minimarket hanya diperbolehkan berdiri di lokasi dengan kriteria tertentu seperti lokasi perkantoran, atau perumahan cluster, disesuaikan dengan tingkat kemampuan ekonomi masyarakat.

"Aturan soal zonasi ini perlu diperketat. Minimal, letak ritel modern dengan pasar tradisional itu diradius 2 KM Atau berdiri dilokasi dengan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tingkat ekonomi masyarakatnya," simpul Anggawira.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya