Berita

Ramlan Surbakti/Net

Politik

KPU Pelindung Suara Rakyat Bukan Penjual Suara Rakyat

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 03:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Akademisi sekaligus praktisi kepemiluan Prof. Ramlan Surbakti menjadi salah satu narasumber Workshop Evaluasi Pendidikan Tinggi Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemiludi, di Kota Batu Malang, Jawa Timur, Selasa lalu (5/9).

Ketua KPU periode 2004-2007 itu mengatakan pemilu demokratik di beberapa bagian negara sudah dirumuskan dengan indikator-indikatornya, namun di Asia Tenggara masih belum dilaksanakan dengan baik.

Apakah pemilu di Indonesia sudah demokratis jika dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara. Menurut Ramlan, sudah demokratis, namun jika melihat standar masih belum. Karena masih banyak penyelenggara yang melakukan kesalahan.


Jelas dia, penyelanggara pemilu yang demokratik harus independen, integritas, profesional dan akuntable.

"Penyelenggara pemilu harus bisa sebagai pelindung suara rakyat bukan sebagai penjual suara rakyat," ujar Ramlan seperti dilansir dari laman kpu.

Oleh karenanya, lanjut dia, bagi KPU program pendidikan S2 tata kelola pemilu yang KPU jalankan dengan beberapa perguruan tinggi agar diwajibkan bagi seluruh pegawai KPU, karena tugas KPU sangat berat dan perlu keahlian.

"Program tata kelola pemilu harus lebih spesialis seperti dokter atau menjadi program studi dengan menjadi kajian pemilu," pungkas Ramlan menyarankan. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya