Berita

Nusantara

Kemendagri Ungkap Tiga Kelemahan Dalam Pemberantasan Narkoba

RABU, 06 SEPTEMBER 2017 | 22:45 WIB | LAPORAN:

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah pusat dan daerah. Keterlibatan seluruh komponen bangsa, termasuk masyarakat dan pelajar, juga sangat menentukan keberhasilan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba.

"Kejahatan narkoba masuk kategori transnasional dengan modus operandi yang tinggi, teknologi canggih, didukung jaringan organisasi yang luas dan sudah menimbulkan korban, terutama di kalangan generasi muda. Jika dibiarkan akan sangat membahayakan kehidupan bangsa dan negara," kata Direktur Ketahanan, Ekonomi, Sosial dan Budaya Dijen Politik dan Pemerintahan Umum Kemdagri, Lutfi TMA.

Lutfi hadir dalam kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bagi masyarakat dan pelajar di Banda Aceh, yang berlangsung 4-5 September kemarin.


Dia mengungkapkan, ada beberapa tantangan dalam pemberantasan narkoba. Pertama, masih ada perbedaan persepsi dalam penanganan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kedua, belum terbangun komitmen bersama dalam mendorong efektivitas kebijakan dan peran serta masyarakat di daerah. Ketiga, kurang koordinasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan antar pemerintah, masyarakat dan pelajar.

Padahal, pengungkapan kasus narkoba meningkat sebanyak 56 persen pada tahun 2016 dibandingkan 2015. Dan, 58 persen pada kasus tindak pidana pencucian uang. Badan Narkotika Nasional juga mengungkap 46 jenis narkoba baru yang 18 diantaranya sudah masuk dalam lampiran Peraturan Menteri Kesehatan.

Pemerintah sendiri sudah melakukan upaya pencegahan dan penanganan, yaitu dengan mentransformasikan kebijakan agar menjadi lebih komprehensif dan sistematis. Lalu, memperkuat jaringan kerja dan informasi melalui peningkatan kerjasama, koordinasi dan sinergitas pemerintah, masyarakat dan pelajar. Terakhir, mendayagunakan peran masyarakat dan pelajar seperti forum-forum publik dan Ormas dan lembaga pendidkan melalui pendekatan nilai-nilai sosial budaya, agama dan kearifan lokal.

"Namun, perlu diingat bahwa strategi dan langkah-langkah yang digunakan harus dengan mempertahankan nilai-nilai ketahanan sosial kemasyarakatan dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Lutfi. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya