Berita

Aris Budiman/Net

Hukum

Bekas Anak Buah Tak Pernah Lihat Aris Budiman Semarah Itu

RABU, 06 SEPTEMBER 2017 | 11:38 WIB | LAPORAN:

Sosok Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigadir Jenderal Aris Budiman dikenal baik dan ramah.

Begitu Dir Reskrimsus PMJ Kombes Adi Deriyan Jayamarta menilai mantan atasannya itu.

"Dia orang yang baik. Jarang saya melihat dia itu marah. Malahan tidak pernah gua lihat dia marah," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/9).


Sebelumnya, Aris Budiman melaporkan salah satu penyidik senior KPK, Novel Baswedan atas kasus pencemaran nama baik melalui Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam laporannya, Aris mengaku telah dikirimi surat elektronik (surel) dari Novel.

Email itu berisi protes keras Novel sebagai Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK menanggapi rencana Aris yang ingin merekrut penyidik dari Polri untuk posisi kepala satuan tugas (Kasatgas) penyidikan.

Email yang dikirimkan pada 14 Februari 2017 itu juga dikirim ke internal KPK, dan diduga dilakukan secara sengaja. Pasalnya Aris menganggap isinya sudah menyerang pribadinya. Di mana di dalamnya ada kalimat yang menyebut Aris sebagai direktur yang tak berintegritas dan terburuk sepanjang masa.

Adi Deriyan menilai bahwa pelaporan yang dilakukan oleh Aris terhadap Novel menandakan bahwa kemarahan bersangkutan karena merasa harga dirinya diserang.

"Artinya, kalau beliau bisa sampai marah seperti ini, artinya ada satu hal yang menyentuh kepada personalnya. Harga dirinya. Mungkin kalau tuduhan kepada yang bersangkutan (Aris), yang bersangkutan masih bisa meredam ya. Tapi kalau tuduhan itu menurut beliau adalah fitnah dan berdampak pada anak dan istrinya, beliau bereaksilah," terangnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya