Berita

Net

Hukum

Polisi Sudah Kumpulkan 5 Ribu Paspor Korban First Travel

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 15:55 WIB | LAPORAN:

Bareskrim Polri sudah mengumpulkan kurang lebih 5.000 dokumen paspor milik calon jamaah umrah yang menjadi korban penipuan biro perjalanan First Travel.

Kepala Biro Penmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, crisis center kasus First Travel masih dibuka hingga 10 September nanti. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat yang menjadi korban penipuan dapat melaporkan diri.

"Fisrt travel sudah hampir lima ribu paspor yang diambil oleh para jamaah. Crisis center masih tetap buka sampai tanggal 10, siapa yang akan melapor atau mengadu silahkan," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/9).


Dilanjutkan Rikwanto, saat ini Bareskrim tengah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi mencurigakan rekening bank yang diduga berkaitan dengan operasional First Travel.

"Siapa tahu ada aset-aset yang masih disembunyikan. Ya untuk kita lakukan penggeledahan-penggeledahan. Ini terus berlangsung," tegasnya.

Polisi sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus penipuan First Travel. Yakni pasangan suami istri pemilik First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. Juga Siti Nuraidah Hasibuan, adik kandung dari Anniesa. [wah] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya