Berita

Foto: KCNA

Dunia

Korea Utara: Senjata Nuklir adalah Pedang Keadilan untuk Melindungi Kedaulatan

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 11:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Republik Rakyat Demokratik Korea atau yang lebih dikenal dengan nama Korea Utara menegaskan bahwa keberhasilan berbagai ujicoba persenjataan yang dilakukan beberapa waktu belakangan ini memperlihatkan kemampuan negara itu menghadapi berbagai kemungkinan terburuk di tengah dinamika konflik yang semakin memanas di Semenanjung Korea.

Pemerintah Korea Utara, dalam keterangan yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), mengatakan bahwa senjata nuklir mereka adalah pedang keadilan untuk melindungi kedaulatan.

Uji coba Hwasong-14 pada tanggal 4 Juli dan 28 Juli 2017 telah menggoncang seluruh dunia. Lalu pada tanggal 29 Agustus 2017 Korea Utara kembali menguji coba Hwasong-12 yang juga berhasil dan menghujam satu titik di Samudera Pasifik setelah melintasi Hokkaido, Jepang.


Lalu pada tanggal 3 September 2017, giliran bom Hidrogen yang akan dipsang di hulu ledak Hwasong-14 yang dicoba. Hasilnya lebih mengagetkan lagi, disertai getaran berkekuatan 6,3 magnitudo.

Menurut KCNA, keberhasilan berbagai uji coba ini menunjukkan kekuatan RRDK sebagai negara nuklir di kawasan Timur yang memiliki posisi strategis.

RRDK berhasil meyakinkan dunia bahwa mereka sedang mengembangkan kekuatan nuklir pada tingkat tertinggi. Mereka juga menegaskan bahwa semua upaya ini adalah untuk menandingi Amerika Serikat dan diharapkan dapat menghentikan ancaman nuklir AS.

Hanya kurang dari dua bulan, Korea Utara melakukan uji coba Hwasong-14. Keberhasilan ini dipandang sebagai gerbang terakhir untuk menyempurnakan kekuatan nuklir nasionalnya.

Sebagian besar roket strategis yang diuji coba meenggunakan teknologi penembakan vertikal dan menjawab keraguan berbagai pihak yang mengatakan bahwa penembakan vertikal tidak mungkin dilakukan tanpa teknologi yang luar biasa.

Penembakan vertikal dinilai sangat sulit serta belum ada negara yang melakukannya. Pendapat ini antara lain disampaikan Federasi Korea di AS tahun lalu.

Kini telah terbukti bahwa Korea Utara berhasil meluncurkan ICBM secara vertikal tanpa menimbulkan kerusakan di negara lain.

Makna lain dari keberhasilan uji coba senjata ini memperlihatkan bahwa sanksi atau tekanan apapun yang disponsori AS tidak mengurangi kemampuan Korea Utara. Tekanan maksimum pemerintahan Trump untuk mengisolasi RRDK terbukti tidak berhasil.

Pemerintahan Trump dinilai gagal memahami bahwa Korea Utara tidak tergantung pada negara manapun untuk mengembangkan persenjataan nuklir demi menandingi ancaman AS.

Meski situasinya rumit dan sulit, namun hal itu sama sekali tidak membuat goyah dan tidak menjadi penghalang Korea Utara mengembangkan program nuklir.

Semua keberhasilan yang dicapai baru-baru ini dalam membangun pencegah nuklirnya serta struktur monumental seperti Jalan Ryomyong yang dibangun dalam situasi yang tertatih-tatih di ambang perang nuklir mewujudkan semangat kemerdekaan yang menyeluruh.

Hal lain yang disampaikan Korea Utara, keberhasilan uji coba Hwasong-14 akan mengakhiri ambisi AS menjadi supremasi dunia.

“ICBM Hwasong-14 diluncurkan pada tanggal 4 Juli, Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Ini sangat berarti. AS adalah sumber semua kejahatan, sebuah negara yang mengancam negara lain dengan senjata nuklir dan melakukan serangan militer secara sewenang-wenang melawan negara-negara kecil, lemah dan non-nuklir, sebuah negara yang menyebabkan krisis pengungsi dan ancaman terorisme di seluruh dunia,” tulis keterangan yang diterima dari KCNA.

“RRDK berhasil melakukan uji coba senjata strategisnya, yang dapat mengurangi AS menjadi abu, pada Hari Kemerdekaan negara yang jahat,” tambah keterangan itu lagi.

Korea Utara juga mengatakan bahwa mereka berhasil  melakukan fait accompli, sehingga bila AS berani melakukan serangan nuklir preemptif terhadap RRDK, maka hulu ledak nuklir Korea Utara yang dibawa oleh Hwasong-14 akan menghancurkan AS dan basis agresi dalam sekejap.

“Berkat senjata nuklir RRDK, ada prospek akan masa depan yang cerah di Semenanjung Korea dan untuk perdamaian global. Selama RRDK memiliki senjata nuklir, AS tidak akan pernah memulai perang nuklir di Semenanjung Korea,” demikian pernyataan Korea Utara itu. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya