Berita

Foto: Burma Times

Dunia

Bertemu Aung San Suu Kyi, Menlu Retno Marsudi Tidak Gunakan Istilah Rohingya

SELASA, 05 SEPTEMBER 2017 | 09:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi telah bertemu dengan penguasa de facto Penasehat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi, kemarin (Senin, 4/9).

Di dalam pertemuan itu, dalam keterangan yang publikasikan Kementerian Luar Negeri disebutkan bahwa Retno mengatakan kehadirannya di Myanmar membawa amanah masyarakat Indonesia yang sangat khawatir  terhadap krisis kemanusiaan di Rakhine State. Selain itu, Retno menegaskan dirinya membawa suara dunia internasional agar krisis kemanusiaan di Rakhine State dapat segera diselesaikan.

Sejauh yang diamati dari berbagai materi yang dipublikasikan secara resmi juga pernyataan Retno Marsudi kepada salah satu stasiun televisi, tidak terdengar sekalipun Retno menggunakan istilah Rohingya.


Dalam sebuah pernyataan Menlu Retno yang disiarkan sebuah stasiun televisi di Jakarta, Retno tidak menyebut kata Rohingya sama sekali. Retno yang tengah menjelaskan pembangunan masjid di Negara Bagian Rakhine mengatakan bahwa “pembangunan rumah sakit itu melibatkan para pekerja yang tidak hanya terdiri dari orang-orang Rakhine, tetapi juga oleh orang-orang Muslim.”

Kelihatannya istilah “orang-orang Muslim” yang disebutkan Retno itu merujuk pada suku atau etnis Rohingya.

Dalam keterangan yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri mengenai formula 4+1 atau empat plus satu yang ditawarkan Indonesia untuk menghentikan kekerasan di Myanmar terhadap suku Rohongya pun sama sekali tidak ditemukan kata Rohingya.

Tahun lalu dilaporkan Aun San Suu Kyi melarang penggunaan istilah Rohingya juga Bengali dan memerintahkan agar istilah-istilah itu diganti dengan “masyarakat penganut Islam di Rakhine.”

Permintaan itu, menurut Reuters mengutip jurubicara Kemlu Myanmar Aung Lin, disampaikan Aung San Suu Kyi saat menerima pelapor khusus HAM PBB.

Juga dilaporkan bahwa pada tanggal 16 Juni 2016, pemerintah mengimbau pegawai negeri menghindarkan penggunaan kata Rohingya. [dem] 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya