Berita

Foto: CNN

Dunia

Uji Bom Hidrogen Berhasil, Trump Kritik Upaya China dan Korea Selatan “Merangkul” Korea Utara

MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 | 19:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump tentu saja merespon uji coba bom hidrogen yang dilakukan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara siang tadi (Minggu, 3/9) dengan keras.

Melalui akun pribadi di Twitter, @realDonaldTrump, sekitar satu jam lalu, Trump mengatakan bahwa Korea Utara adalah bangsa penipu (rogue).

Setidaknya, menurut Trump, ada dua negara yang ditipu mentah-mentah oleh Korea Utara. Pertama Republik Rakyat China (RRC) dan kedua, Republik Korea atau Korea Selatan. Selain itu, Amerika Serikat juga ikut merasa terancam.


“Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir berskala besar. Kata-kata dan tindakan mereka sangat bermusuhan dan berbahaya bagi Amerika Serikat,” ujarnya.

“Korea Utara adalah bangsa penipu yang menjadi ancaman besar dan mempermalukan China yang berusaha membantu tetapi hanya sedikit sukses,” tulisnya lagi.

Sementara itu, sambung Trump, Korea Selatan pada akhirnya menemukan kenyataan, seperti yang pernah dia sampaikan, bahwa upaya Korea Selatan menjalin pembicaraan damai dengan Korea Utara tidak akan berhasil.

“Mereka (Korea Utara) hanya mengerti satu hal!” tegas Trump.

Korea Utara Kecewa

Beberapa waktu lalu, dalam pidato menyambut 100 hari pertama bekerja sebagai presiden, Moon Jaein menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan perang kembali terjadi di Semenanjung Korea.

Moon Jaein juga mengatakan bahwa AS tidak dapat melakukan aksi militer terhadap Korea Utara tanpa persetujuan Korea Selatan.

Moon Jaein masih berusaha menggunakan pendekatan yang berbeda dibandingkan dua pendahulunya, Lee Myungbak dan Pak Geunhye, dengan mengedepankan dialog.

Tetapi bagi Korea Utara, Moon Jaein sama sekali tidak memperlihatkan perbedaan dibandingkan dua presiden sebelumnya.

Korea Utara yang sempat berharap ada perubahan pendekatan di era Moon Jaen terpaksa kecewa karena belum apa-apa Moon Jaein lebih dahulu mengunjungi Amerika Serikat dan mengatakan bahwa urusan Utara-Selatan akan diselesaikan dalam kerangka kesepakatan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Korea Utara juga kecewa karena Moon Jaein mengamini penempatan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang dilakukan AS di Korea Selatan, dan tetap menggelar latihan perang skala besar dengan negeri Paman Sam di kawasan perbatasan.

Latihan perang Ulji Freedom Guardian itu bagi Korea Utara adalah ancaman yang sungguh-sungguh nyata di depan mata. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya