Berita

Ilustrasi/Net

Olahraga

Prestasi Indonesia di SEA Games 2017 Terburuk dalam Sejarah

Kebijakan Olahraga Nasional Perlu Evaluasi Besar
MINGGU, 03 SEPTEMBER 2017 | 13:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Upacara penutupan Sea Games pada 30 Agustus, menjadi akhir dari rangkaian kompetisi olah raga terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Indonesia harus puas berada di posisi ke 5, dengan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Gagalnya Indonesia mencapai target Sea Games 2017 disebut sebagai catatan terburuk Indonesia dalam sejarah ajang dua tahunan itu.  

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan, prestasi olahraga Indonesia sedang menyentuh level terendah. Dengan jumlah penduduk 260 juta, sambung Fadli, Indonesia bahkan berada di bawah Singapura yang penduduknya hanya 5 juta.


Padahal prestasi olahraga bisa menunjukkan kebesaran sebuah negara dan kebanggaan sebuah bangsa. Ini dinilainya kegagalan pemerintah. Ia menyebut, target juara umum yang diharapkan Presiden Jokowi, seperti mimpi di siang bolong.

"Capaian tahun ini lebih buruk dari dua tahun sebelumnya di Singapura. 2015 kita mendapatkan 47 medali emas, 2013 memperoleh 64 medali emas, dan bahkan 2011 Indonesia berhasil mendominasi dengan perolehan 182 medali emas," urai Fadli Zon melalui keterangan tertulisnya, Minggu (3/9).

Fadli menilai penurunan prestasi ini harus direspon dengan melakukan evaluasi besar. Evaluasi yang dilakukan, jangan terbatas pada kontingen saja, namun juga harus menyentuh aspek kebijakan olahraga nasional. Mulai dari kebijakan pembinaan hingga penganggarannya.

"Misalnya bagaimana dengan kebijakan Menpora pada program pembinaan dan persiapan di tiap-tiap cabang olah raga. Apakah policy tersebut sudah berjalan? Jika sudah berjalan, lalu apakah sudah optimal? Itu semua harus dievaluasi," terang Fadli.

 "Saya yakin para atlet telah berjuang maksimal dan potensi atlet kita besar luar biasa."

Fadli juga menyoroti faktor minimnya kepedulian Kemenpora terhadap para atlet Sea Games.

"Kita mendengar di berita, ada atlet peraih medali emas Sea Games, namun uang saku dan akomodasi dari awal Januari hingga Sea Games berakhir, belum juga diberikan. Ini situasi yang sangat miris. Dan ini menjadi cermin bahwa Kemenpora tidak serius mengurusi para atlet Sea Games kita," tegasnya.

"Bagaimana hasil maksimal bisa dicapai, kalau kepedulian kemenpora sendiri sangat minim terhadap atletnya?" Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu, menambahkan.

Dengan adanya gambaran permasalahan tersebut, Fadli berkesimpulan bahwa penurunan prestasi kali ini, lebih disebabkan oleh kurang seriusnya pemerintah termasuk Kemenpora yang minim menangani Sea Games. "Bukan semata-mata kontingen kita yang tak maksimal atau karena lawan yang lebih unggul," pungkasnya.[wid]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya