Petugas keamanan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, menangkap tangan Yusuf (33) terkat kasus dugaan pencurian, Jumat (1/9) pagi. Pria asal Semarang, Jawa Tengah itu, tidak dapat mengelak saat dipergoki dengan barang bukti tas yang diduga hasil curian.
"Ketika itu ada penumpang yang sedang melaksanakan ibadah Salat Subuh, dia ngambil tas. Namun, saat tengah menenteng tas, tertangkap tangan petugas," kata Komandan Regu Keamanan Stasiun Gambir, Patri Klowor di Pos Polisi Gambir.
Aksi tersebut terjadi sekira pukul 05.25 WIB. Kepada petugas, Yusuf mengaku datang ke stasiun Gambir untuk pulang ke kampung halamannya di Semarang, pukul 04.00 WIB.
Saat itu, pelaku tampak mondar-mandir tidak jelas. Sehingga, gerak-geriknya dicurigai petugas.
"Petugas telah memantau dia sejak pukul 04.00 WIB. Kita ikuti terus. Karena semenjak datang, sudah mencurigakan. Sudah lama datang enggak juga ke atas untuk naik kereta," terangnya.
Merasa tidak ada yang mengawasi, pelaku nekat mencuri tas penumpang atas nama Ari Widiarti (33). Seorang penumpang kereta yang baru tiba di Jakarta. Setidaknya dua petugas yang memergoki aksi pencurian Yusuf.
Setelah diamankan, pelaku dan barang bukti diserahkan ke Pos Polisi Gambir. Guna kepentingan lebih lanjut, pelaku kemudian dibawa ke Poksek Gambir.
Namun, proses hukum kejahatan tersebut berpotensi tidak ditindaklanjuti. Pasalnya, para korban biasanya enggan meneruskan kasus yang melibatkannya. Apalagi, ketika pelaku diciduk oleh petugas keamanan stasiun
"Cuma susah ditindak. Karena memang kan pelaku enggak ditangkap. Karena korbankan biasanya enggak mau pusing ngelanjutin kasus," tutur dia.
Sementara Yusuf mengaku baru sekali melakukan aksi pencurian. Selama di Jakarta, dirinya hanya berniat mencari ketenangan. Pasalnya di kampung halaman, dia terlibat cekcok dengan isteri tercinta.
Sehingga, dirinya mengaku hendak menggunakan hasil pencurian untuk ongkos pulang ke kampung halaman. "Mau pulang ke Semarang, saya enggak punya ongkos, pingin pulang," kilah Yusuf kepada petugas.
[san]