Berita

Net

Hukum

Polisi Segel 8 Perusahaan Milik Bos First Travel

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 | 22:47 WIB | LAPORAN:

Kepolisian menyita empat rumah sebagai aset PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, juga menyegel delapan perusahaan. Terkait penipuan perjalanan umrah yang dilakukan tersangka Andika Surachman.

"Empat rumah sudah disita dan delapan perusahaan disegel," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta (Kamis, 31/8).

Dia merinci, aset yang disita adalah rumah mewah di Sentul City, kantor First Travel di Cimanggis, sebuah rumah di Pasar Minggu, dan rumah di Jalan RTM, Cimanggis. Selain itu, penyidik Direktorat Tipidum Bareskrim menyegel delapan perusahaan yang didirikan tersangka Andika Surachman yaitu PT Interculture Tourindo, PT Yamin Duta Makmur, PT Hijrah Bersama Taqwa, PT Bintang Balindo Semesta, PT Anugerah Nusantara Mandiri Prima, PT Anugerah Karya Teknologi, PT Anniesa Hasibuan Fashion, dan Yayasan First.


"Kami minta kepada Dirjen Administrasi Hukum Umum untuk dihentikan operasinya. Karena segala aset yang ada di perusahaan akan disita dalam kaitan kasus pencucian uang," jelas Martinus.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana puluhan ribu calon jamaah umrah First Travel, polisi telah menetapkan tiga tersangka yakni Andika Surachman sebagai direktur utama, istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan yang berperan sebagai direktur, serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki selaku komisaris utama. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya